Kurs Dolar Hari Ini 8 April 2026: Rupiah Kembali di Bawah Rp17.000
kurs dolar hari ini 8 april 2026 terhadap rupiah--freepik
PALTV.CO.ID- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami sedikit penguatan pada perdagangan Rabu, 8 April 2026.
Setelah sempat berada di atas level Rp17.000 per USD dalam beberapa hari terakhir, rupiah kini berhasil kembali ke bawah ambang psikologis tersebut seiring meredanya tekanan global terhadap mata uang negara berkembang.
Dari beberapa sumber, berdasarkan data pasar, kurs dolar AS hari ini bergerak di kisaran Rp16.985 hingga Rp16.996 per USD. Secara rata-rata, nilai tukar rupiah berada di sekitar Rp16.995 per USD.
Angka ini mencerminkan penguatan sekitar 100 hingga 120 poin dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang sempat menyentuh level Rp17.100 per USD.
Penguatan rupiah hari ini tidak terlepas dari sentimen global yang cenderung positif. Dolar AS mengalami tekanan setelah munculnya kabar mengenai meredanya ketegangan geopolitik internasional.
BACA JUGA:Nokia X90 Pro Max: Ternyata Monster untuk Gamer
Kondisi ini mendorong investor untuk kembali masuk ke aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang seperti rupiah. Selain itu, ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga global yang lebih stabil juga turut memberikan ruang bagi penguatan mata uang domestik.
Dari sisi perbankan nasional, nilai tukar yang ditawarkan kepada nasabah menunjukkan pergerakan yang tidak terlalu signifikan.
Salah satu bank swasta besar di Indonesia mencatat kurs beli dolar AS di kisaran Rp17.013 dan kurs jual sekitar Rp17.033 per USD.
Perbedaan antara kurs beli dan jual ini mencerminkan margin yang umum diterapkan oleh perbankan dalam transaksi valuta asing.
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter juga merilis kurs referensi terbaru. Untuk hari ini, BI menetapkan kurs jual dolar AS sebesar Rp17.177 per USD, sedangkan kurs beli berada di level Rp17.006 per USD.

rupiah kembali di bawah 17000 per dolar AS terbaru--freepik
Kurs yang dikeluarkan BI ini umumnya digunakan sebagai acuan dalam berbagai transaksi resmi dan menjadi indikator stabilitas nilai tukar rupiah secara nasional.
Meskipun terdapat perbedaan antara kurs pasar dan kurs yang ditetapkan oleh BI, hal tersebut merupakan hal yang wajar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: berbagai sumber

