Kurs Dolar AS Hari Ini 6 April 2026 Stabil di Level Rp17.000, Rupiah Masih Tertekan
kurs dolar AS hari ini 6 April 2026 terhadap rupiah--freepik
PALTV.CO.ID- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin, 6 April 2026 terpantau masih berada di kisaran level psikologis Rp17.000 per USD.
Dari beberapa sumber, berdasarkan data terbaru dari pasar valuta asing, kurs dolar AS bergerak stabil di rentang Rp17.000 hingga Rp17.009 per USD, mencerminkan tekanan yang masih dirasakan oleh mata uang Garuda di tengah dinamika ekonomi global.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa rupiah belum mampu menguat secara signifikan setelah dalam beberapa pekan terakhir mengalami pelemahan bertahap.
Sebelumnya, pada akhir Maret 2026, nilai tukar rupiah masih berada di kisaran Rp16.900-an per USD. Namun, memasuki awal April, tekanan eksternal membuat kurs dolar kembali menanjak hingga menyentuh level Rp17.000.
Dari sisi perbankan, kurs yang ditawarkan kepada nasabah juga menunjukkan kisaran yang tidak jauh berbeda.
Salah satu bank swasta nasional mencatat kurs e-rate dengan harga beli dolar di level Rp16.945 dan kurs jual di sekitar Rp17.055 per USD.
Perbedaan antara kurs beli dan jual ini mencerminkan margin yang diterapkan bank dalam transaksi valuta asing.
BACA JUGA:Akhir Pelarian di Kebun Sawit: Buron Pencurian TBS Dibekuk Saat Fajar Menyingsing
Sementara itu, pembaruan terbaru dari Bank Indonesia (BI) turut memberikan gambaran resmi terkait pergerakan nilai tukar rupiah.
Berdasarkan data yang dirilis, kurs referensi menunjukkan bahwa nilai tukar dolar AS berada pada kurs jual sebesar Rp17.100 dan kurs beli Rp16.929 per USD.
Angka ini memperlihatkan bahwa tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat, terutama jika dibandingkan dengan posisi beberapa minggu sebelumnya.
Pengamat ekonomi menilai bahwa pelemahan rupiah saat ini tidak lepas dari berbagai faktor global, seperti kebijakan suku bunga tinggi di Amerika Serikat serta ketidakpastian pasar keuangan internasional.
Selain itu, permintaan terhadap dolar AS yang meningkat, baik untuk kebutuhan impor maupun pembayaran utang luar negeri, juga turut mendorong penguatan mata uang tersebut terhadap rupiah.

penyebab rupiah tertekan di level Rp17.000 hari ini--freepik
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: berbagai sumber

