Bukit Asam PT. BA

Belum Ada Kasus Virus Nipah di Sumsel, Dinkes Minta Masyarakat Tetap Waspada

Belum Ada Kasus Virus Nipah di Sumsel, Dinkes Minta Masyarakat Tetap Waspada

Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang termasuk dalam kelompok Henipavirus atau genus virus RNA berbahaya, yang ditularkan dari hewan ke manusia, terutama melalui kelelawar buah.--Foto : Ai chatgpt image- Muhadi

PALEMBANG, PALTV.CO.ID – Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus virus Nipah di wilayah Sumatera Selatan. Hal tersebut disampaikan menyusul meningkatnya kewaspadaan terhadap penyakit menular yang bersumber dari hewan.

Meski virus Nipah belum terdeteksi di Indonesia, masyarakat tetap diminta waspada. Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang termasuk dalam kelompok Henipavirus atau genus virus RNA berbahaya, yang ditularkan dari hewan ke manusia, terutama melalui kelelawar buah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Ira Primadesa Ogatiyah, mengatakan hasil pemantauan hingga kini tidak menunjukkan adanya indikasi maupun gejala yang mengarah pada kasus virus Nipah di Sumsel.


Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Ira Primadesa Ogatiyah, mengatakan hasil pemantauan hingga kini tidak menunjukkan adanya indikasi maupun gejala yang mengarah pada kasus virus Nipah di Sum--Foto : Ilham Wahyudi - PALTV

“Berdasarkan hasil pemantauan kami sampai saat ini, belum ditemukan adanya indikasi ataupun kasus yang disebabkan oleh virus Nipah di Sumatera Selatan,” ujar Ira.

BACA JUGA:Sumur Minyak Diduga Ilegal Kembali Terbakar di Muba, Polisi Lakukan Penyelidikan

BACA JUGA:IHSG Bergerak Fluktuatif, Ditutup Menguat Tipis di Perdagangan Pagi

Meski demikian, Ira menegaskan virus Nipah memiliki tingkat fatalitas yang cukup tinggi. Berdasarkan data kejadian luar biasa (KLB) di sejumlah negara, tingkat kematian akibat virus ini berkisar antara 40 hingga 75 persen.

“Virus Nipah ini tergolong berbahaya karena tingkat kematiannya cukup tinggi, sehingga upaya kewaspadaan dan pencegahan tetap harus dilakukan,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa hasil penelitian menunjukkan adanya bukti serologis serta deteksi virus Nipah pada reservoir alami, yakni kelelawar buah, yang ditemukan di Indonesia. Kondisi tersebut menjadi alasan pentingnya langkah antisipasi sejak dini.


Virus Nipah ini tergolong berbahaya karena tingkat kematiannya cukup tinggi, sehingga upaya kewaspadaan dan pencegahan tetap harus dilakukan--Foto : Ai chatgpt image- Muhadi

Adapun penularan virus Nipah dapat terjadi melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi virus, kontak langsung dengan kelelawar, maupun melalui hewan yang terinfeksi seperti babi dan hewan ternak lainnya.

BACA JUGA:1 Tahun kepemimpinan HDCU, Angka Kemiskinan Sumsel Turun ke 1 Digit

BACA JUGA:Warga Desa Padang Bindu Tuntut Bagi Hasil Kebun Plasma

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: paltv.co.id