Bukit Asam PT. BA

Motif Ekonomi dan Pengkhianatan Kepercayaan Ungkap Pembunuhan Pensiunan Dokter di Palembang

Motif Ekonomi dan Pengkhianatan Kepercayaan Ungkap Pembunuhan Pensiunan Dokter di Palembang

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol Johannes Bangun memberikan keterangan kepada media.--Foto : Mulyadi - PALTV

PALEMBANG, PALTV.CO.ID - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Selatan mengungkap motif di balik pembunuhan sadis terhadap Christina, pensiunan dokter yang jasadnya ditemukan hangus terbakar di lahan perkebunan sawit.

Kasus ini terungkap sebagai tindak pidana yang dipicu kebutuhan ekonomi dan rencana pribadi pelaku.

Dalam perkara tersebut, polisi menetapkan tiga tersangka. Yunas Gusworo (60) berperan sebagai otak pelaku pembunuhan sekaligus pihak yang menjual mobil korban.

Sementara Suwanto (57) membantu proses penjualan kendaraan, dan Jonni Iskandar (46) diketahui membeli handphone milik korban.

BACA JUGA:Polisi Tangkap Dua Tersangka Cabul Mahasiswi KKN di Ogan Ilir

BACA JUGA:Pemkab OKU Timur Gandeng PALTV, Kerjasama Informasi Publik Demi Layanan Masyarakat


Konferensi pers Polda Sumsel terkait pengungkapan pembunuhan pensiunan dokter di Palembang.--Foto : Mulyadi - PALTV

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol Johannes Bangun, menyampaikan bahwa pelaku utama memanfaatkan kedekatan personal dengan korban untuk melancarkan aksinya.

“Motif utama pembunuhan ini adalah faktor ekonomi. Pelaku membutuhkan uang untuk rencana keberangkatan ke Jakarta dan tergiur menjual aset milik korban,” ujar Johannes Bangun saat konferensi pers, Rabu 28 Januari 2026.

Peristiwa bermula saat tersangka Yunas menghubungi korban sekitar pukul 04.00 WIB dengan alasan meminta diantar ke rumah temannya di kawasan KM.7 Tanpa disadari korban, pelaku telah menyiapkan tali untuk menghabisi nyawa korban.

Sesampainya di lokasi yang dituju, Yunas meminta korban menghentikan kendaraan. Pada saat itulah pelaku menjerat leher korban hingga meninggal dunia. Untuk menghilangkan jejak kejahatan, jasad korban kemudian dibuang dan dibakar di area perkebunan sawit.

BACA JUGA:Jalan Syakyakirti Rusak, Warga Gandus Khawatirkan Keselamatan Mengendara

BACA JUGA:BI Soroti Tantangan Kemiskinan di Sumatera Selatan

Usai melakukan pembunuhan, pelaku kembali ke rumah korban untuk mengambil BPKB mobil, lalu menjual kendaraan tersebut seharga Rp53 juta dengan bantuan tersangka Suswanto.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: paltv.co.id