Perkuat Kesetaraan Tunarungu, Literasi Bahasa Isyarat Diperluas di Sumsel

Perkuat Kesetaraan Tunarungu, Literasi Bahasa Isyarat Diperluas di Sumsel

Duta Literasi Sumsel bersama komunitas tuli dorong komunikasi inklusif--Foto : M. Aidil - PALTV

PALEMBANG, PALTV.CO.ID - Upaya memperkuat kesetaraan bagi penyandang tunarungu terus didorong melalui peningkatan literasi bahasa isyarat.

Salah satunya dilakukan lewat Pekan Literasi Bahasa Isyarat yang digelar di Aula Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan, Jalan Demang Lebar Daun, Palembang, dalam rangka memperingati Hari Tuli Nasional yang jatuh pada 11 Januari 2026. Kamis (15/01). 

Duta Literasi Sumatera Selatan, Ratu Tenny Leriva, mengatakan kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap bahasa isyarat sebagai alat komunikasi yang setara.


Pekan Literasi Bahasa Isyarat yang digelar di Aula Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan, Jalan Demang Lebar Daun, Palembang, dalam rangka memperingati Hari Tuli Nasional yang jatuh pada 11 Januari 2026. Kamis (15/01). --Foto : M. Aidil - PALTV

“Hari ini kami melaksanakan Pekan Literasi Bahasa Isyarat dalam rangka memperingati Hari Tuli Nasional. Kegiatan ini diisi workshop dan pelatihan bahasa isyarat bagi komunitas literasi, ASN, serta organisasi perempuan,” ujarnya.

BACA JUGA: PLN ULP Kayu Agung Perkuat Literasi Keselamatan Ketenagalistrikan melalui Sosialisasi Tulung Selapan

BACA JUGA:Holiday Angkasa Wisata Kembali Lepas 180 Jemaah Umroh Paket 13 Hari Lion Air


Pekan Literasi Bahasa Isyarat digelar di Perpustakaan Provinsi Sumsel--Foto : M. Aidil - PALTV

Ia menjelaskan, kegiatan ini juga melibatkan Gerakan Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Sumatera Selatan sebagai organisasi penyandang tuli. Keterlibatan komunitas tuli dinilai penting agar proses literasi dilakukan secara langsung dan tepat sasaran.

“Harapannya ini menjadi upaya menuju literasi dan komunikasi yang inklusif. Kami ingin memperbanyak Juru Bahasa Isyarat atau JBI, yakni masyarakat non tuli yang bisa menggunakan bahasa isyarat dan disebut teman dengar oleh teman-teman tuli,” jelas Ratu Tenny.

Menurutnya, bahasa isyarat diharapkan ke depan dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat. Namun karena masih terbatas, penguatan literasi dimulai dari kelompok tertentu sebelum menyebar secara lebih masif.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan, Fitriana, menyampaikan bahwa Sumatera Selatan menjadi salah satu daerah yang telah mengangkat penyandang tuli sebagai aparatur sipil negara.

BACA JUGA:Penggunaan QRIS Diawasi, Pedagang Tak Boleh Pungut Biaya Tambahan

BACA JUGA:Lakukan Penyegaran, Herman Deru Lantik 154 Pejabat Struktural dan Fungsional Pemprov Sumsel

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: paltv.co.id