Revitalisasi Plantara BKB Belum Rampung, Kawasan Masih Dipagari Seng

Revitalisasi Plantara BKB Belum Rampung, Kawasan Masih Dipagari Seng

Revitalisasi Plantara BKB belum selesai. Area masih dipagari seng dan belum bisa dimanfaatkan penuh oleh masyarakat hingga proyek rampung.--PALTV

PALEMBANG, PALTV.CO.ID- Revitalisasi kawasan Plantara Benteng Kuto Besak (BKB) resmi dimulai pada akhir tahun 2025 sebagai bagian dari upaya penataan ulang ruang publik dan penguatan destinasi wisata sejarah di jantung Kota Palembang. 

Proyek ini diharapkan menjadi wajah baru kawasan BKB yang selama ini dikenal sebagai salah satu ikon kota dengan nilai historis tinggi dan pemandangan Sungai Musi yang khas. 

Pemerintah menargetkan revitalisasi tersebut rampung pada awal tahun 2026, sejalan dengan visi menjadikan BKB sebagai ruang publik yang lebih modern, tertata, dan ramah bagi masyarakat maupun wisatawan.

Namun, hingga kondisi terkini, wajah Plantara BKB masih didominasi oleh pagar seng yang menutup hampir seluruh area proyek.

 Aktivitas revitalisasi yang berlangsung lebih banyak diwarnai oleh proses pembongkaran bangunan lama serta pembersihan kawasan. 

Sejumlah fasilitas yang sebelumnya berdiri di kawasan Plantara telah diratakan, masih menyisakan puing-puing bangunan.

Situasi ini membuat kawasan BKB tampak berbeda dari biasanya, jauh dari kesan ramai dan terbuka yang selama ini melekat pada ruang publik tersebut.

Pagar seng yang mengelilingi area revitalisasi membatasi akses masyarakat ke Plantara BKB. Warga yang biasa memanfaatkan kawasan ini untuk bersantai, maupun menikmati panorama Sungai Musi kini hanya bisa melintas di sisi luar proyek.

BACA JUGA:Resahkan Warga, Akhirnya Bandar Sabu di Tanjung Raja Ogan Ilir Ditangkap Polisi

Meski demikian, kondisi tersebut dinilai sebagai bagian yang tak terpisahkan dari tahapan awal revitalisasi. Pembongkaran dan penataan ulang menjadi langkah fundamental sebelum pembangunan fasilitas baru dilakukan.

Revitalisasi Plantara BKB sendiri dirancang tidak hanya sebatas perbaikan fisik, tetapi juga penataan fungsi kawasan agar lebih terintegrasi dengan Benteng Kuto Besak sebagai situs cagar budaya

Konsep yang diusung mengedepankan keseimbangan antara nilai sejarah, serta fasilitas publik yang representatif. 

Nantinya, kawasan ini diharapkan mampu menampung berbagai aktivitas budaya, seni, dan ekonomi kreatif tanpa menghilangkan karakter historisnya.

Meski target penyelesaian ditetapkan pada awal 2026, kondisi lapangan saat ini masih menunjukkan proses yang cukup panjang. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: