Paltv Night Run

Galaxy S26 Punya Sistem Pendinginan Baru, Suhu Lebih Stabil

Galaxy S26 Punya Sistem Pendinginan Baru, Suhu Lebih Stabil

Fitur AI Hub Galaxy S26 untuk rumah pintar--foto: chat gpt

PALTV.CO.ID- Samsung kembali menghadirkan inovasi signifikan melalui Galaxy S26, terutama pada sektor yang sering menjadi perhatian para pengguna intensif: sistem pendinginan

Di era ketika smartphone digunakan untuk aktivitas berat seperti gaming, editing video, streaming berjam-jam, hingga menjalankan aplikasi berbasis AI, stabilitas suhu menjadi faktor penting yang menentukan kenyamanan dan performa. 

Galaxy S26 hadir dengan solusi baru melalui sistem pendinginan generasi terbaru yang diklaim jauh lebih efektif, menjaga suhu perangkat tetap rendah dan performa tetap optimal.

Pada seri S26 ini, Samsung membenamkan Advanced Vapor Chamber Cooling System, sistem pendinginan yang didesain ulang dengan ukuran yang lebih besar dan material penyebar panas yang lebih cepat menghantarkan suhu. 

Vapor chamber ini bekerja layaknya pipa panas datar yang mengalirkan panas dari komponen utama seperti chipset dan GPU ke area yang lebih luas agar segera disebarkan. 

BACA JUGA:Antusias Pendaftar PALTV Night Run Festival 2025 Meningkat di Taki Coffee and Eatery

Berkat peningkatan ukuran hingga 40% dari generasi sebelumnya, panas yang dihasilkan saat perangkat bekerja keras dapat diserap lebih cepat dan lebih merata.

Tidak hanya itu, Samsung juga menambahkan lapisan grafit termal baru dengan struktur 3D yang mampu meningkatkan efisiensi pembuangan panas. 

Lapisan ini membantu menurunkan suhu permukaan ponsel, sehingga perangkat terasa tetap nyaman di tangan meski digunakan dalam waktu lama. 

Dalam pengujian awal, Galaxy S26 mampu menjaga suhu stabil meskipun memainkan game AAA mobile selama lebih dari satu jam tanpa penurunan performa atau terjadinya thermal throttling.

Chipset generasi terbaru yang digunakan pada Galaxy S26 juga memberikan kontribusi besar terhadap pengelolaan suhu. 

Dengan arsitektur yang lebih efisien dan pengaturan performa berbasis AI, perangkat dapat menyesuaikan kebutuhan daya sesuai beban kerja secara real time. 

Saat pengguna bermain game berat, sistem akan memprioritaskan performa GPU dan mengoptimalkan aliran panas agar tetap terkendali. 

Sebaliknya, saat menjalankan tugas ringan seperti chatting atau browsing, ponsel akan mengurangi konsumsi daya sehingga panas yang dihasilkan tetap rendah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: berbagai sumber