Jangan Buru-Buru di Ganti Baru! Ternyata Shockbreaker yang Rusak masih Bisa Diperbaiki

Jangan Buru-Buru di Ganti Baru! Ternyata Shockbreaker yang Rusak masih Bisa Diperbaiki

Shockbreaker Rusak masih Bisa Diperbaiki -- Foto: freepik.com/@fabrikasimf

PALEMBANG, PALTV.CO.ID - Seiring berjalannya waktu, Shockbreaker motor tidak terhindar dari risiko kerusakan yang dapat memengaruhi kenyamanan berkendara.

Bagi para pecinta motor, khususnya para bikers, memahami proses rekondisi Shockbreaker menjadi langkah penting untuk menjaga performa dan kenyamanan berkendara.

Dengan biaya yang lebih terjangkau daripada membeli shockbreaker baru, metode rekondisi telah menjadi solusi alternatif yang diminati.

Banyak yang bertanya, bagian mana saja pada shockbreaker yang dapat diperbaiki dalam proses rekondisi? Pemilik bengkel spesialis Shockbreaker, Joko, menjelaskan bahwa komponen kritis yang biasanya perlu diganti adalah sil dan klep sokbreker.

BACA JUGA:Perhatikan dan Hindari! Begini Dampaknya Jika Sering Kehabisan Bahan Bakar Minyak pada Sepeda Motor Injeksi

Kondisi sil dan klep yang melar, bocor, atau robek akibat pemakaian menjadi alasan utama penggantian. Joko, yang memiliki bengkel Joko Shock Jaya di Pondok Cabe, Tangerang Selatan, menekankan pentingnya mengganti komponen ini agar sokbreker dapat kembali berfungsi maksimal.

Proses rekondisi tidak hanya mencakup penggantian sil dan klep, tetapi juga melibatkan penggantian gas dan oli sok. Hal ini diperlukan karena volume gas dan oli shockbreaker berpeluang mengalami pengurangan akibat rembes atau kebocoran, serta penurunan kualitas seiring berjalannya waktu.

Kerusakan pada sil shockbreaker, yang diakui sebagai penyebab utama shockbreaker rusak, umumnya disebabkan oleh faktor usia atau jarak tempuh kendaraan.

Pak De, seorang ahli rekondisi shockbreaker dengan sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa faktor bobot motor dan medan yang dilalui juga memiliki pengaruh signifikan terhadap kecepatan kerusakan shockbreaker.

BACA JUGA:Diprediksi Harga Sepeda Motor Listrik Akan Turun Signifikan Menjangkau Masyarakat Luas

Sebagai komponen yang bertanggung jawab untuk menahan oli sok dan mencegah masuknya kotoran dan debu dari luar, sil sok yang rusak dapat mengganggu kinerja shockbreaker secara keseluruhan.

Selain itu, klep yang rusak juga dapat menyebabkan bantingan motor terasa kaku, yang dikenal dengan istilah sok mati. Klep berperan penting dalam mengalirkan oli saat shockbreaker terkompresi, dan jika rusak, dapat mempengaruhi daya redam shockbreaker.

Oleh karena itu, tidak hanya sil dan klep yang perlu diganti, tetapi juga oli dan gas di dalamnya perlu diperbarui untuk memastikan bahwa daya redam shockbreaker kembali optimal.

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, apakah proses rekondisi ini sulit dilakukan? Menurut Joko, pemilik bengkel Joko Shock Jaya, proses rekondisi shockbreaker sebenarnya cukup membutuhkan keahlian khusus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: gridoto.com