Bukit Asam PT. BA

Motor yang Kurang Laris Meski Irit BBM

Motor yang Kurang Laris Meski Irit BBM

Motor yang kurang laris meski irit BBM di Indonesia--foto: chat gpt

Meski begitu, Revo Techno AT tidak berhasil menarik minat pasar secara luas. Salah satu penyebabnya adalah konsep desainnya yang unik, yaitu menggabungkan motor bebek dengan transmisi otomatis. Banyak konsumen merasa konsep tersebut tidak terlalu jelas segmentasinya.

Pengguna motor bebek biasanya lebih menyukai transmisi manual, sedangkan pengguna skuter lebih memilih desain skutik yang praktis.


Daftar motor paling irit BBM namun penjualannya rendah--foto: youtube@motomobitv

Akibatnya, motor ini tidak bertahan lama di pasaran.

Contoh lain adalah Yamaha Lexam, motor yang juga mengusung konsep unik. Motor ini menggunakan mesin yang cukup efisien dan dilengkapi sistem transmisi otomatis berbasis CVT.

Dari sisi konsumsi bahan bakar, Lexam sebenarnya tergolong hemat untuk penggunaan harian. Namun desainnya yang berada di antara motor bebek dan skutik membuat sebagian konsumen kurang tertarik.

Selain itu, jaringan promosi dan pemasaran yang tidak terlalu agresif juga membuat motor ini kurang dikenal oleh banyak calon pembeli.

Faktor yang Membuat Motor Hemat BBM Kurang Laris

Ada beberapa alasan utama mengapa motor irit bahan bakar tidak selalu sukses di pasar:

1. Desain kurang menarik

Penampilan kendaraan sering menjadi faktor penting bagi konsumen. Motor yang terlihat kurang modern biasanya sulit bersaing dengan model lain yang lebih stylish.

2. Segmentasi pasar yang tidak jelas

Motor dengan konsep yang terlalu unik terkadang membuat konsumen bingung menentukan apakah kendaraan tersebut cocok untuk kebutuhan mereka.

3. Strategi pemasaran yang kurang kuat

Tanpa promosi yang efektif, motor dengan teknologi bagus pun bisa tenggelam di tengah persaingan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: berbagai sumber