Warga Palembang Minta Jam Analog di Jembatan Ampera Tetap Dipertahankan
Warga Palembang minta jam analog yang terpasang di tower Jembatan Ampera tetap dipertahankan.-Ilham Wahyudi-PALTV
Salah satu warga Palembang, Abdul Hamid, mengatakan dirinya mendukung kebijakan Pemerintah Kota Palembang untuk melepas jam analog di Jembatan Ampera.
Menurutnya, jam tersebut sudah terlalu sering mengalami kerusakan dan tidak lagi memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Sudah sering mati dan waktunya juga tidak akurat. Kalau terus dipertahankan tapi tidak berfungsi, malah jadi kurang bagus dilihat. Lebih baik dilepas supaya tampilan Jembatan Ampera lebih rapi,” ujar Abdul Hamid.
BACA JUGA:iPhone 18 Pro Max dan 18 Pro Segera Meluncur: Bocoran Layar, Baterai, Kamera, dan Harga
BACA JUGA:Korban Luka Bakar Kecelakaan Bus ALS Dirujuk ke Palembang, Satu Penumpang Meninggal Dunia
Keberadaan jam analog yang tidak berfungsi, sambung Abdul Hamid, justru dapat memberikan kesan kurang terawat terhadap ikon utama Kota Palembang tersebut.
Abdul Hamid berharap pemerintah dapat melakukan penataan ulang agar tampilan Jembatan Ampera menjadi lebih modern tanpa menghilangkan nilai estetikanya.
Namun di sisi lain, tidak sedikit warga yang menolak rencana pencopotan tersebut. Mereka menilai jam analog di Jembatan Ampera memiliki nilai historis dan sudah menjadi bagian dari identitas kota sejak lama.
Warga lainnya, Rian, mengatakan keberadaan jam analog telah melekat kuat dengan citra Jembatan Ampera di mata masyarakat maupun wisatawan.
BACA JUGA:Huawei MatePad Mini 2 Punya Speaker Stereo, Tablet Mini yang Makin Serius untuk Hiburan
BACA JUGA:Tragis! Sriwijaya FC dan Dua Klub Lain Dipastikan Turun Kasta ke Liga 3

Rian, warga Palembang.-Ilham Wahyudi-PALTV
Karena itu, Rian berharap Pemkot Palembang tidak terburu-buru mengambil keputusan untuk mencopot jam tersebut.
“Jam itu sudah menjadi ciri khas Jembatan Ampera dan identitas Kota Palembang. Kalau memang rusak, sebaiknya diperbaiki atau diganti dengan teknologi baru yang lebih modern dan tahan lama,” kata Rian.
Menurutnya, mempertahankan jam analog jauh lebih baik dibanding menghilangkannya sama sekali. Rian menilai keberadaan jam tersebut memiliki nilai nostalgia dan menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang ke Palembang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: paltv

