Bukit Asam PT. BA

Transformasi Digital Perbankan, Mesin ATM Kian Berkurang

Transformasi Digital Perbankan, Mesin ATM Kian Berkurang

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan alasan di balik penutupan ribuan unit mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM)--chatgpt image

Hal ini menunjukkan bahwa masa depan perbankan akan semakin mengutamakan pengalaman digital yang terintegrasi.

BACA JUGA:iPhone 17 Pro vs iPad Mini: Mana yang Lebih Praktis untuk Penggunaan Sehari-hari?

BACA JUGA:Aktif Promosikan Wisata, PALTV Digganjar Penghargaan sebagai Media Pendukung Pengembangan Pariwisata Sumsel

Meski demikian, regulator tetap mengingatkan pentingnya menjaga prinsip inklusi keuangan.

Di sejumlah daerah terpencil dan wilayah pedesaan, keberadaan ATM masih menjadi sarana penting karena keterbatasan akses internet, jaringan telekomunikasi, serta rendahnya literasi digital. Bagi sebagian masyarakat, transaksi tunai masih menjadi pilihan utama.

Oleh sebab itu, bank didorong untuk mempertimbangkan keseimbangan antara transformasi teknologi dan pemerataan layanan agar tidak menimbulkan kesenjangan akses keuangan.

Fenomena penutupan ATM ini sekaligus menandai babak baru sistem keuangan Indonesia yang semakin mengarah pada ekosistem digital.

Masyarakat perlahan beralih ke transaksi non-tunai yang lebih efisien, aman, dan transparan. Ke depan, jumlah mesin ATM diperkirakan akan terus berkurang sejalan dengan meningkatnya adopsi teknologi finansial dan kebiasaan digital masyarakat.

Transformasi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi industri perbankan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara lebih modern, inklusif, dan berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: berbagai sumber