Bukit Asam PT. BA

Bukan Kaleng-Kaleng! Tether Borong 8.888 Bitcoin di Awal 2026, Diam-Diam Jadi Raksasa BTC Dunia

Bukan Kaleng-Kaleng! Tether Borong 8.888 Bitcoin di Awal 2026, Diam-Diam Jadi Raksasa BTC Dunia

Tether membeli 8.888 Bitcoin tepat di malam pergantian tahun.--Chat GPT image

BACA JUGA:Strategi Menata Keuangan 2026 agar Resolusi Awal Tahun Benar-Benar Terwujud

Fluktuasi BTC dan Isu Jual-Beli

Sepanjang 2025, data on-chain sempat menunjukkan fluktuasi jumlah Bitcoin yang dimiliki Tether.

Setelah pembelian besar di kuartal pertama, kepemilikan BTC perusahaan bahkan sempat menembus angka 100.000 BTC, sebelum kembali turun.

Kondisi ini memicu spekulasi liar di media sosial, dengan tudingan bahwa Tether diam-diam menjual Bitcoin untuk mengambil keuntungan.

Namun, isu tersebut langsung dibantah oleh pihak manajemen.

Tether menjelaskan bahwa perubahan saldo bukan disebabkan oleh aksi jual, melainkan kontribusi ke entitas afiliasi yang juga menyimpan Bitcoin dalam jumlah signifikan.

BACA JUGA:SUV Nissan Tampil Makin Sporty, Desain Baru Jadi Sorotan Pecinta Otomotif

BACA JUGA:Strategi Menata Keuangan 2026 agar Resolusi Awal Tahun Benar-Benar Terwujud

Klarifikasi ini mempertegas bahwa Tether tidak memperlakukan Bitcoin sebagai aset trading jangka pendek, melainkan cadangan strategis jangka panjang.

Dampak ke Pasar Kripto Global

Dengan pembelian terbaru ini, posisi Tether sebagai pembeli institusional konsisten semakin sulit diabaikan.

Di tengah volatilitas harga dan ketidakpastian kebijakan moneter global, tekanan beli dari pemain seperti Tether menciptakan dinamika tersendiri di pasar Bitcoin.

Strategi akumulasi kuartalan yang disiplin, ditambah diversifikasi ke emas, menunjukkan pendekatan penyimpanan nilai yang tidak biasa bagi penerbit stablecoin.

Jika tren ini berlanjut, Tether bukan hanya akan dikenang sebagai penerbit USDT, tetapi sebagai salah satu institusi paling berpengaruh dalam ekosistem Bitcoin global.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: indodax

Berita Terkait