Strategi Cerdas Kelola Keuangan Saat Terjerat Cicilan

Jumat 18-09-2026,10:27 WIB
Reporter : Evi
Editor : Abidin Riwanto

PALTV.CO.ID- Pengelolaan keuangan merupakan sikap krusial yang wajib diterapkan demi menjaga stabilitas kondisi finansial, baik untuk mencukupi kebutuhan saat ini maupun masa depan. Mengatur arus kas sebenarnya relatif mudah jika pengeluaran tidak terlalu banyak. Namun, tantangan besar akan terasa ketika ada beban cicilan pinjaman yang harus dibayar setiap bulannya.

Untuk menjaga anggaran bulanan tetap aman, rasio cicilan idealnya tidak boleh melebihi 30% dari total penghasilan bulanan. Porsi 30% ini menjadi batas maksimal agar kondisi finansial tidak pincang. Sisanya, yaitu 70% dari penghasilan, dapat dialokasikan penuh untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari serta pos keuangan lainnya.

Bahkan, jika pengelolaan biaya hidup rutin dapat ditekan hingga maksimal 50%, selisih 20% sisanya bisa dialihkan untuk memupuk dana darurat serta investasi. Hal penting lain yang harus dipastikan saat mengambil cicilan adalah kepastian arus pendapatan. Penghasilan utama harus dijamin aman hingga seluruh masa tenor selesai, misalnya meminimalkan risiko kehilangan pekerjaan atau memastikan usaha tetap berjalan lancar.

Agar bunga tidak terus membengkak dan menjadi beban baru, pelunasan utang sebelum jatuh tempo juga sangat disarankan. Selain itu, mencari penghasilan tambahan selama masa cicilan berjalan bisa menjadi jalan keluar cerdas untuk meringankan beban pendapatan utama.

BACA JUGA:iPhone 18 Pro Mulai Dijual Dua Hari Lagi, Cek Harga dan Promonya

Beberapa langkah praktis dalam menata arus kas di antaranya:

Mencatat Pengeluaran: Rutin mengevaluasi riwayat mutasi rekening agar mengetahui ke mana saja uang mengalir.

Membuat Alokasi Anggaran: Membagi pendapatan secara disiplin ke dalam tiga pos utama, yaitu pos kebutuhan hidup (living), pos tabungan (saving), dan pos hiburan (playing).

Bijak Berutang: Hanya mengambil pinjaman untuk tujuan yang benar-benar utama dan sesuai batas kemampuan finansial.

Menyiapkan Fondasi Keuangan: Membangun dana darurat sebagai pelindung, lalu mulai berinvestasi begitu kondisi finansial mulai stabil.

Satu hal yang tidak kalah penting adalah menjaga keberlangsungan sumber pendapatan utama. Ketika seseorang memiliki penghasilan rutin, cicilan akan lebih mudah terbayar secara konsisten. Sebaliknya, jika pendapatan terhenti, jalan keluar alternatif seperti menjual barang tidak terpakai atau menguras tabungan justru akan sangat merepotkan.

Sebagai contoh, jika ada barang elektronik yang sudah tidak digunakan, memindahtangankannya menjadi uang tunai bisa dipakai untuk menutup pinjaman. Namun, memiliki pendapatan tetap dari pekerjaan atau usaha tetap menjadi opsi terbaik.

Selama masih menanggung beban pinjaman, setiap orang sangat disarankan untuk menunda pembelian barang-barang yang tidak mendesak atau sekadar menuruti keinginan sesaat. Penting untuk selalu membedakan antara kebutuhan primer dan keinginan semata.

Sebagai gambaran sederhana, keinginan membeli ponsel baru saat ponsel lama masih berfungsi dengan baik merupakan bentuk pemenuhan keinginan sesaat. Pembelian baru baru dapat dikategorikan sebagai kebutuhan apabila barang yang lama memang sudah rusak dan tidak bisa digunakan lagi. Dengan mengeram keinginan impulsif dan berfokus pada alokasi yang tepat, stabilitas finansial akan tetap terjaga meski cicilan sedang berjalan.

Kategori :