Motif batik, wayang, ukiran tradisional, hingga bentuk bangunan bersejarah seperti candi dapat diterjemahkan menjadi ornamen pada perhiasan.
Inilah yang membuat perhiasan Nusantara tidak hanya indah dipandang, tetapi juga memiliki cerita di balik desainnya.
BACA JUGA:Adaptasi atau Tergerus: Tantangan dan Arah Baru Industri Multifinance di Tengah Tekanan Ekonomi
Kekayaan Desain dari Berbagai Daerah
Keberagaman suku dan budaya Indonesia menciptakan variasi perhiasan yang sangat luas.
Setiap wilayah mempunyai gaya, teknik pengerjaan, serta pilihan material yang berbeda.
Di Sumatera, misalnya, terdapat beragam perhiasan tradisional yang memiliki bentuk khas dan sarat simbol budaya.
Palembang dikenal dengan berbagai aksesori yang berkaitan dengan busana adat, sementara Minangkabau memiliki perhiasan dengan karakter yang kuat dan megah.
Aceh juga mempunyai tradisi kerajinan perhiasan yang menggunakan emas maupun perak dengan detail ornamen khas.
Beranjak ke Jawa, perhiasan emas banyak menonjolkan kehalusan ukiran dan detail yang rumit.
Motif tradisional seperti bunga, daun, serta unsur budaya Jawa kerap digunakan untuk menghasilkan tampilan yang anggun dan berkelas.
Sementara itu, Bali dikenal dengan perhiasan yang memiliki karakter dekoratif.
Motif bunga, dedaunan, burung, dan hewan sering dikombinasikan dengan detail ukiran yang membuat tampilannya terlihat kaya.
Di kawasan Nusa Tenggara, penggunaan batu alam, batu akik, serta mutiara turut memperkaya variasi perhiasan.
Bentuk dan materialnya mencerminkan kekayaan alam sekaligus karakter budaya masyarakat setempat.
Sedangkan di Kalimantan, perhiasan dengan sentuhan budaya Dayak memiliki keunikan tersendiri.