6 Alasan Ini Membuat Harga Perhiasan Emas Bisa Berbeda Satu Sama Lain

Jumat 29-05-2026,21:25 WIB
Reporter : Leni Ganda
Editor : Devi Setiawan

Emas murni sebenarnya memiliki tekstur yang cukup lunak sehingga kurang cocok digunakan sebagai perhiasan sehari-hari.

Oleh sebab itu, emas biasanya dicampur dengan logam lain seperti perak, tembaga, atau palladium agar lebih kuat dan tahan lama.

Perhiasan emas 24 karat memiliki kandungan emas paling tinggi, sedangkan emas 18 karat atau 17 karat memiliki campuran logam tambahan yang lebih banyak. Karena kandungan emas murninya berbeda, harga tiap karat pun ikut berbeda.

Perhiasan dengan kadar emas tinggi biasanya dijual lebih mahal dibandingkan emas dengan kadar lebih rendah.

BACA JUGA:Tak Hanya Kuning, Inilah Ragam Warna Emas dan Makna di Baliknya

Selain kadar emas, berat perhiasan juga memengaruhi harga. Semakin berat gram emas yang digunakan, maka semakin mahal pula nilainya.

Misalnya gelang emas dengan berat 10 gram tentu memiliki harga lebih tinggi dibanding cincin dengan berat 3 gram, meskipun kadar karatnya sama.


Penggunaan batu permata dapat menaikkan harga perhiasan emas.--ChatGPT Image

2. Penggunaan Batu Permata

Banyak perhiasan emas dipercantik dengan tambahan batu permata untuk meningkatkan keindahan tampilannya.

BACA JUGA:Kelas Menengah Indonesia dan Ancaman 'Badai PHK' 2026

Kehadiran batu hias ini membuat perhiasan terlihat lebih mewah sekaligus eksklusif.

Jenis batu yang digunakan pun sangat beragam, mulai dari berlian, ruby, safir, zamrud, hingga mutiara.

Setiap batu permata memiliki nilai yang berbeda tergantung kualitas dan tingkat kelangkaannya.

Semakin langka serta semakin baik kualitas batu tersebut, maka harga perhiasan juga akan meningkat.

BACA JUGA:Generasi Muda Makin Aktif Menabung Lewat Program KEJAR

Contohnya pada berlian, terdapat standar penilaian terkenal yang disebut 4C, yaitu Color, Clarity, Cut, dan Carat.

Kategori :