PALEMBANG, PALTV.CO.ID - Sekretaris Daerah (Sekda) kota Palembang, Aprizal Hasyim bersama dengan jajaran Pemerintah kota (Pemkot) Palembang, meninjau stabilitas harga dan ketersediaan pangan di pasar kilometer (km) 5, pada Senin (25/5/2026).
Dalam tinjauan tersebut, juga diikuti oleh pihak BBPOM Palembang, serta Bulog.
Sekda kota Palembang, Aprizal Hasyim menyampaikan, berbagai produk pangan seperti sembako, sayuran, hingga daging sapi serta daging ayam ras masih dalam kondisi stabil, dan hanya harga cabai yang sedikit mengalami kenaikan dalam tiga hari ini.
Sekda Palembang meninjau peternakan hewan kurban dan mengimbau masyarakat membeli sapi di tempat yang terjamin kelayakannya.--Foto : Sandy - PALTV
"kami memantau harga dan ketersediaan sembilan bahan pokok, sayur-mayur, dan lainnya. Hanya cabai yang mengalami kenaikan tiga hari terakhir ini, tetapi itu masih cukup stabil." katanya.
BACA JUGA:Model Gelang Koin Emas Huruf Hijaiyah yang Elegan dan Kekinian untuk Muslimah Gen-Z
BACA JUGA:Strategi Anti-Fraud Diperketat, OJK Perkuat Pengawasan Bank di Indonesia
Sekda Palembang Pastikan Harga Pangan Stabil dan Hewan Kurban Layak Jelang Idul Adha--Foto : Sandy - PALTV
Pemerintah kota Palembang sendiri akan melakukan pemeriksaan stabilitas harga dan pasokan pangan di seluruh pasar di kota Palembang secara rutin.
Sekda kota Palembang menegaskan, dari segi keamanan pangan di pasar km 5, pihak BBPOM Palembang sudah menguji sebanyak 27 sampel pangan, dan semuanya tidak mengandung zat berbahaya.
"dari segi keamanan BBPOM sudah melakukan uji sampel, dan di pasar km 5 ini sangat bagus ya, tidak ada zat berbahaya." lanjutnya.
Selain meninjau stabilitas harga dan ketersediaan pangan, Sekda kota Palembang Aprizal Hasyim juga meninjau kelayakan hewan kurban di peternakan di jalan TPA Sukawinatan.
Sekda Palembang meninjau peternakan hewan kurban dan mengimbau masyarakat membeli sapi di tempat yang terjamin kelayakannya.--Foto : Sandy - PALTV
BACA JUGA:Mewah dan Elegan, Model Jam Gelang Emas yang Semakin Digemari Pecinta Fashion
BACA JUGA:Langkah Baru Pemerintah Tekan Impor LPG Lewat Penggunaan CNG