“Api itu berasal dari rumah Ija, diduga di kamar. Saya lihat api sudah membesar,” ujar Taufik saat ditemui di lokasi kejadian pada hari Sabtu, 23 Mei 2026.
Taufik juga menjelaskan bahwa cepatnya api membesar dipicu oleh kondisi bangunan yang merupakan rumah panggung tua dengan bedeng di bagian bawahnya.
BACA JUGA:Hingga Mei 2026, Sekitar 100 Hektar Lahan di Sumsel Terbakar, Didominasi Lahan Mineral Milik Warga
BACA JUGA:Listrik Mulai Menyala, Aktivitas Warga Palembang Berangsur Normal Setelah Pemadaman Massal
Warga berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.-Suryadi-PALTV
Material kayu yang sudah lapuk pada sebagian besar rumah membuat api kian mudah menjalar.
“Api saat itu cepat membesar membakar seisi rumah karena kayunya juga sudah banyak yang tua,” katanya.
Kepanikan warga pun tidak dapat dihindari. Saat api mulai membesar, warga sekitar langsung berteriak meminta pertolongan sambil berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
Ember, selang air hingga peralatan manual lainnya digunakan warga untuk mencoba menghentikan laju kobaran api sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
BACA JUGA:Tim Tabur Kejati Sumsel Tangkap Buronan Kasus Kekerasan Seksual di Sekayu
BACA JUGA:PLN Percepat Pemulihan Gangguan Listrik Sumatera, 178 Jaringan Sudah Kembali Normal
Namun upaya pemadaman sempat mengalami kendala. Akses menuju lokasi kebakaran yang berada di lorong sempit membuat mobil pemadam kebakaran sulit masuk mendekati titik api.
Kondisi tersebut menyebabkan api semakin leluasa melahap bangunan di sekitarnya sebelum akhirnya berhasil dikendalikan.
“Pemadam belum datang saat itu api cepat membesar melahap seisi rumah dan sekitarnya,” tambah Taufik.
Ipda Tamia Ramadhani, Pamapta Polrestabes Palembang.-Suryadi-PALTV
Sementara itu, Pamapta Polrestabes Palembang Ipda Tamia Ramadhani membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut.