“Saat ini terdapat 12 kepala keluarga atau sekitar 50 orang terdampak. Posko sudah didirikan dengan bantuan TNI dan instansi terkait,” ujar Rudi Martino.
Ia menambahkan, bantuan bagi korban kebakaran mulai berdatangan, baik berupa pakaian maupun logistik makanan dari pihak kecamatan dan warga sekitar.
Hingga kini, warga terdampak masih bertahan di posko darurat dan rumah kerabat sambil menunggu bantuan lanjutan untuk pemulihan pascakebakaran.