PALEMBANG, PALTV.CO.ID - Rencana pencopotan jam analog yang terpasang di Jembatan Ampera menuai beragam tanggapan dari masyarakat.
Sebagian warga mendukung langkah tersebut karena jam analog di Jembatan Ampera dinilai sudah tidak berfungsi optimal.
Sementara sebagian lainnya meminta Pemerintah Kota Palembang tetap mempertahankan keberadaan jam analog yang dianggap sebagai salah satu ikon bersejarah Kota Palembang.
Walikota Palembang Ratu Dewa sebelumnya meminta agar jam analog di Jembatan Ampera dilepas.
BACA JUGA:Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Ogan Ilir, Ini Info Selengkapnya !!
BACA JUGA:Tabrakan di Muratara, Jasa Raharja Pastikan Seluruh Korban Dijamin
Keputusan itu muncul lantaran jam yang terpasang di sisi tower Jembatan Ampera tersebut kerap mengalami gangguan dan tidak menunjukkan waktu secara akurat.
Kondisi tersebut dinilai dapat membingungkan masyarakat maupun wisatawan yang melintas dan berkunjung ke kawasan Jembatan Ampera.
Menurutnya, Pemerintah Kota Palembang ingin memastikan fasilitas yang ada di ruang publik dapat berfungsi dengan baik sekaligus menjaga estetika ikon kebanggaan masyarakat Palembang tersebut.
Selain itu, keberadaan jam yang sering mati dianggap mengurangi keindahan tampilan Jembatan Ampera, terutama pada malam hari ketika kawasan tersebut menjadi pusat aktivitas masyarakat dan wisatawan.
BACA JUGA:Lampung Dominasi Pasokan Hewan Kurban di Sumsel Jelang Idul Adha
BACA JUGA:Karumkit Tegaskan Ada 18 Jenazah Korban Kecelakaan Muratara
Abdul Hamid, warga Palembang.-Ilham Wahyudi-PALTV
Rencana pencopotan jam analog ini pun langsung menjadi perhatian masyarakat. Sebagian warga menilai langkah tersebut memang sudah seharusnya dilakukan mengingat kondisi jam yang dinilai sudah tidak layak digunakan.
Salah satu warga Palembang, Abdul Hamid, mengatakan dirinya mendukung kebijakan Pemerintah Kota Palembang untuk melepas jam analog di Jembatan Ampera.