PALTV.CO.ID - Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) kembali menjadi pilihan utama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada Mei 2026.
Di tengah meningkatnya kebutuhan modal usaha, KUR tetap menawarkan pembiayaan dengan bunga rendah dan cicilan yang relatif terjangkau bagi masyarakat yang ingin mengembangkan bisnis.
Pemerintah mempertahankan suku bunga KUR sebesar 6 persen efektif per tahun untuk pinjaman pertama.
Kebijakan ini dinilai membantu pelaku usaha memperoleh akses permodalan yang lebih mudah, terutama bagi UMKM yang baru pertama kali mengajukan kredit perbankan.
BACA JUGA:Beli Cincin Emas Lamaran Jangan Sampai Salah Pilih
BACA JUGA:Renovasi Rumah Subsidi: Boleh atau Tidak? Ini Penjelasannya
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan anggaran KUR nasional hingga Rp300 triliun sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan sektor usaha kecil di Indonesia.
Sebagai salah satu penyalur terbesar KUR, BRI terus memperluas pembiayaan ke berbagai daerah.
Penyaluran KUR BRI pada awal 2026 disebut telah mencapai puluhan triliun rupiah dan menjangkau ratusan ribu pelaku usaha, mulai dari pedagang kecil hingga usaha yang tengah melakukan ekspansi.
Secara umum, KUR BRI terbagi menjadi tiga jenis, yakni KUR Supermikro, KUR Mikro, dan KUR Kecil.
BACA JUGA:Rahasia Tampil Elegan, Pilihan Gelang Emas yang Bikin Tangan Terlihat Lebih Proporsional
BACA JUGA:Pemerintah Siapkan Aturan Baru untuk Ringankan Beban UMKM di Platform Digital
KUR BRI 2026 solusi modal usaha dengan bunga rendah dan cicilan terjangkau.--ChatGPT Image
KUR Supermikro ditujukan bagi pelaku usaha ultra kecil, sementara KUR Mikro dan KUR Kecil menyasar usaha yang membutuhkan tambahan modal lebih besar untuk pengembangan bisnis.
Salah satu produk yang paling diminati adalah KUR Kecil BRI karena menawarkan plafon pinjaman mulai dari Rp50 juta hingga Rp500 juta.