Dalam FGD tersebut, STIHPADA mengundang sekitar 25 instansi yang terdiri dari unsur penegak hukum, pengadilan, kejaksaan, kepolisian, advokat, pemerintahan, akademisi, hingga praktisi hukum. Seluruh peserta turut memberikan masukan dalam diskusi.
M Bagus Tri Prasetyo (kanan), Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Palembang.-Aidil-PALTV
Sementara itu, Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Palembang, M Bagus Tri Prasetyo, mengapresiasi pelaksanaan FGD yang dinilai sebagai langkah tepat dalam meningkatkan kualitas pendidikan hukum.
BACA JUGA:Dua Warga Pulau Semambu Pengedar Narkotika Ditangkap Polisi
BACA JUGA:Launching Car Free Night Palembang, Jalan Kol. Atmo Ditutup Sementara
“FGD ini merupakan metode yang tepat, karena apa yang diajarkan nantinya bisa relevan, baik saat mahasiswa menjalani studi maupun ketika terjun ke praktik. Jadi tidak ada ilmu yang terbuang, dan mahasiswa akan lebih siap,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterkaitan antara teori dan praktik menjadi kunci utama dalam mencetak lulusan yang kompeten.
“Mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya di masyarakat dengan menjunjung tinggi nilai keadilan,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua KPU Kota Palembang Syawaludin, turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan FGD tersebut serta menyampaikan sejumlah masukan.
BACA JUGA:Motorola Moto Pad 2026 Resmi Meluncur, Tablet Terjangkau dengan Fitur Lengkap
BACA JUGA:Apresiasi Langkah Proaktif PLN Baturaja dalam Mendukung Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten OKU
Syawaludin, Ketua KPU Kota Palembang.-Aidil-PALTV
“Alhamdulillah kami para peserta diundang langsung oleh STIHPADA. Mudah-mudahan kegiatan hari ini dapat membawa STIHPADA ke depan lebih sukses lagi, khususnya dalam mencetak alumni di dunia praktisi hukum,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa terus dilakukan guna meningkatkan kualitas lulusan yang siap terjun ke lapangan.
“Sekali lagi, kami berharap acara hari ini berjalan lancar dan ke depan STIHPADA semakin sukses,” katanya.
Syawaludin juga menekankan pentingnya peningkatan porsi praktik bagi mahasiswa, khususnya jenjang Strata Satu (S1).