PALEMBANG, PALTV.CO.ID - Kebakaran kembali terjadi di kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Harapan, Lorong Sederhana RT 26 RW 02, Kelurahan 5 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I palembang, Selasa (31/3/2026).
Peristiwa ini menghanguskan empat unit rumah semi permanen dan merusak dua rumah lainnya.
Api yang muncul secara tiba-tiba langsung membesar dan dengan cepat menjalar ke bangunan sekitar yang mayoritas terbuat dari kayu. Warga yang berada di lokasi sempat panik, terlebih sebagian pemilik rumah tidak berada di tempat karena sedang beraktivitas di luar.
Data yang dihimpun, rumah yang terbakar merupakan milik Sumiati, Cak Rus, Mail, dan Yak Sop. Sementara dua rumah lain di sekitar lokasi turut terdampak akibat panas dan kobaran api.
BACA JUGA:Sistem Pendingin Canggih Nokia, Rahasia Performa Stabil Tanpa Panas Berlebih
BACA JUGA:Pemkot Palembang Sudah terapkan Penghematan BBM Lebih Dahulu
Kebakaran kembali terjadi di kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Harapan, Lorong Sederhana RT 26 RW 02, Kelurahan 5 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I palembang, Selasa (31/3/2026).--Foto : HerU - PALTV
Suci, salah satu penghuni rumah yang terbakar menuturkan kebakaran pertama kali diketahui oleh adiknya yang melihat api dari rumah tetangga.
“Adik saya yang pertama lihat api dari rumah sebelah,dia langsung teriak minta tolong karena api sudah besar,” kata Suci (31/03/2026)
Saat kejadian, Suci mengaku sedang berada di dalam rumah, ia pun langsung bergegas keluar setelah menyadari api semakin membesar.
“Saya lagi di dalam rumah, begitu lihat api sudah membesar, saya langsung keluar menyelamatkan diri bersama adik,” ujarnya.
BACA JUGA:KAI Divre III Palembang Layani 77.500 Penumpang Selama Momen Libur Lebaran Idul Fitri 1447 H
BACA JUGA:6 Terdakwa Kasus Kredit Bank BRI di Didakwa Rugikan Negara Rp992 Miliar
Suci, salah satu penghuni rumah yang terbakar menuturkan kebakaran pertama kali diketahui oleh adiknya yang melihat api dari rumah tetangga.--Foto : Heru - PALTV
Ia juga mengungkapkan tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga akibat kondisi yang sangat mendesak. “ Ya tidak ada yang bisa dibawa lagi, hanya pakaian di badan dan handphone yang memang sedang dipegang,” tambahnya.