PALEMBANG, PALTV.CO.ID - Ketua DPW Muhammadiyah Sumatera Selatan, Ridwan Hayatuddin, menyampaikan bahwa pelaksanaan Sholat Idulfitri 1447 Hijriah bagi warga Muhammadiyah di wilayah Sumatera Selatan akan dilaksanakan secara tersebar di berbagai masjid yang ada di setiap kecamatan.
Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari pendekatan organisasi yang mengedepankan kemudahan akses bagi jamaah, sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat ibadah dan kegiatan umat di tingkat lokal.
Menurut Ridwan, Muhammadiyah tidak menetapkan satu lokasi terpusat untuk pelaksanaan Sholat Ied, berbeda dengan beberapa organisasi atau instansi yang biasanya memilih lapangan besar atau titik tertentu sebagai pusat kegiatan.
Ia menegaskan bahwa pelaksanaan yang tersebar justru memberikan fleksibilitas bagi warga Muhammadiyah untuk melaksanakan ibadah dengan lebih dekat dari tempat tinggal mereka, tanpa harus melakukan perjalanan jauh yang berpotensi menimbulkan kepadatan.
BACA JUGA:Polda Sumsel Pantau Arus Mudik Real Time, 143 Truk ODOL Ditertibkan
BACA JUGA:Kesuksesan Windows dan Office Ternyata Didukung Apple dan Intel
Ketua DPW Muhammadiyah Sumatera Selatan, Ridwan Hayatuddin--Foto : Suryadi - PALTV
Lebih lanjut, Ridwan menjelaskan bahwa setiap masjid yang menyelenggarakan Sholat Ied telah dipersiapkan dengan baik oleh pengurus setempat, baik dari segi teknis pelaksanaan maupun kesiapan imam dan khatib.
Hal ini menunjukkan kesiapan jaringan Muhammadiyah di tingkat akar rumput yang dinilai cukup solid dalam mengelola kegiatan keagamaan secara mandiri.
Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan yang tersebar ini sekaligus menjadi bentuk penguatan ukhuwah di tingkat komunitas. Dengan beribadah di lingkungan masing-masing, jamaah dapat lebih mempererat hubungan sosial antarwarga, saling mengenal, serta membangun kebersamaan dalam suasana Hari Raya Idulfitri.
Ridwan berharap, pelaksanaan Sholat Ied tahun ini dapat berjalan dengan lancar, khusyuk, dan tetap menjaga ketertiban serta kenyamanan bersama. Ia juga mengimbau seluruh jamaah untuk mengikuti arahan dari panitia di masing-masing masjid serta menjaga nilai-nilai kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat yang majemuk.
BACA JUGA:Sinergi KAI, Pemprov Sumsel, dan Bank Sumsel Babel Berangkatkan Ribuan Pemudik Gratis dari Kertapati
BACA JUGA:Kakanwil Kemenkum Sumsel Ingatkan Pegawai Tolak Gratifikasi Jelang Hari Raya
Ridwan menambahkan bahwa penetapan tanggal 1 Syawal 1447 Hijriah yang jatuh pada 20 Maret 2026 bukanlah keputusan yang diambil secara sembarangan.
Penetapan tersebut sepenuhnya didasarkan pada metode hisab hakiki wujudul hilal, yang selama ini menjadi pedoman utama Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah dalam menentukan awal bulan hijriah. Metode ini mengandalkan perhitungan astronomi yang akurat untuk memastikan posisi hilal.