PALTV.CO.ID- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau bergerak stabil pada pertengahan Februari 2026.
Dari beberap asumber, berdasarkan data pasar terkini dari 13–15 Februari 2026, kurs dolar AS berada di kisaran Rp16.820 hingga Rp16.840 per USD di pasar global atau mid-market rate.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa rupiah masih bertahan di level Rp16.800-an di tengah dinamika ekonomi global dan sentimen pasar keuangan internasional.
Sementara itu, berdasarkan update terakhir data resmi dari Bank Indonesia (BI), kurs transaksi pada Jumat, 13 Februari 2026, tercatat sebagai berikut: kurs jual sebesar Rp16.910 per dolar AS, kurs beli Rp16.741 per dolar AS, dan kurs tengah atau kurs referensi (UKA) berada di level Rp16.826 per dolar AS.
Kurs tengah ini umumnya digunakan sebagai acuan resmi dalam laporan statistik, perhitungan transaksi pemerintah, maupun kebutuhan administrasi lainnya.
BACA JUGA:Honda WR-V RS vs Toyota Raize GR Sport 2026: Sama-Sama Facelift, Pilih Mana?
Perbedaan antara kurs pasar (mid-market) dan kurs transaksi BI merupakan hal yang wajar.
Kurs pasar mencerminkan harga rata-rata perdagangan antar bank di pasar valuta asing global yang bergerak secara real-time mengikuti permintaan dan penawaran.
Sementara itu, kurs transaksi BI ditetapkan berdasarkan mekanisme tertentu dan diumumkan setiap hari kerja, biasanya pada pagi hari.
Secara umum, posisi rupiah di kisaran Rp16.800-an menunjukkan stabilitas relatif dibandingkan beberapa bulan sebelumnya yang sempat mengalami tekanan akibat penguatan dolar AS secara global.
Faktor eksternal seperti kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, kondisi geopolitik, hingga fluktuasi harga komoditas dunia masih menjadi sentimen utama yang memengaruhi pergerakan nilai tukar.
pergerakan rupiah pertengahan Februari 2026--freepik
Di dalam negeri, pelaku pasar juga mencermati kondisi inflasi, neraca perdagangan, serta arus modal asing (capital inflow dan outflow). Jika arus dana asing masuk ke pasar obligasi dan saham domestik, rupiah cenderung menguat.
Sebaliknya, jika terjadi capital outflow akibat sentimen global, rupiah bisa mengalami tekanan.
Stabilnya nilai tukar rupiah di pertengahan Februari ini juga memberikan kepastian bagi pelaku usaha, khususnya importir dan eksportir.