Di sisi lain, pelatih SMP Negeri 8 Prabumulih, Alan Tri Valentino, mengakui bahwa timnya mengalami kendala terutama dalam penyelesaian akhir atau finishing. Ia menilai banyak peluang yang seharusnya bisa dikonversi menjadi poin, namun gagal dimanfaatkan dengan maksimal.
“Kendala kami ada di finishing. Banyak peluang yang tidak masuk,” jelas Valentino.
BACA JUGA:Emas Putih Menguning? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
BACA JUGA:Gelombang Merah Kripto Mengguncang: Saham Strategy & BitMine Anjlok Hampir 10%
Pelatih SMP Negeri 8 Prabumulih, Alan Tri Valentino, mengakui bahwa timnya mengalami kendala terutama dalam penyelesaian akhir atau finishing. Ia menilai banyak peluang yang seharusnya bisa dikonversi menjadi poin, namun gagal dimanfaatkan dengan maksimal--Foto : Suryadi - PALTV
Valentino juga memberikan penilaian jujur terhadap jalannya pertandingan. Menurutnya, kedua tim sebenarnya sama-sama belum bermain dengan baik secara teknis, namun tim lawan tampil lebih berani.
“Kalau dibilang bagus, dua-duanya sama-sama jelek, tapi lawan lebih berani. Kami kalah di keberanian,” ungkapnya, Sabtu (31/1/2026).
Lebih lanjut, Valentino menambahkan bahwa sebagian besar pemain SMP Negeri 8 Prabumulih masih duduk di bangku kelas 8, sehingga minim pengalaman bertanding di level kompetisi besar.
Tim MTs N 2 Palembang merayakan kemenangan dan lolos ke empat besar Sumsel 2026.--Foto : Suryadi - PALTV
Hal tersebut menjadi catatan penting untuk evaluasi dan pembelajaran ke depan agar timnya bisa tampil lebih matang di turnamen selanjutnya.
Pertandingan ini tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan, tetapi juga sarana pembelajaran berharga bagi kedua tim. Semangat juang, sportivitas, dan pengalaman bertanding menjadi bekal penting bagi para pemain muda dalam mengembangkan potensi mereka di dunia basket pelajar Sumatera Selatan.