PALTV.CO.ID,- Gelang emas keroncong merupakan salah satu jenis perhiasan wanita yang tak pernah kehilangan peminat dari masa ke masa.
Perhiasan ini dikenal dengan bentuknya yang khas, umumnya dipakai secara bersamaan dalam satu set yang terdiri dari beberapa gelang, biasanya berjumlah tiga hingga tujuh buah. Saat dikenakan, gelang-gelang tersebut akan saling beradu dan menghasilkan bunyi lembut yang menjadi ciri uniknya. Selain suara khas, tampilan gelang emas keroncong juga memberikan kesan anggun, klasik, sekaligus mewah pada pergelangan tangan pemakainya. Popularitas gelang emas keroncong tidak lepas dari desainnya yang sederhana namun tetap elegan. BACA JUGA:Polisi Masih Berjuang Cari Jenazah Christina, Keterangan Pelaku Tidak Konsisten BACA JUGA:Kasat Res PPA dan PPO Polres Ogan Ilir Resmi Dilantik, Perkuat Perlindungan Perempuan dan AnakGelang Emas Keroncong, Anggun, Elegan dan Flexibel--Foto : ig-galerykohinoor Berbeda dengan gelang modern yang terkadang tampil berlebihan, keroncong justru mengandalkan keindahan bentuk dan kilau emasnya. Inilah yang membuatnya cocok digunakan dalam berbagai kesempatan, baik untuk pemakaian sehari-hari maupun acara formal seperti pesta, pernikahan, atau perayaan keluarga. Dengan satu set gelang keroncong saja, penampilan dapat terlihat lebih rapi dan berkelas tanpa perlu tambahan aksesori berlebih. Dari segi model, gelang emas keroncong hadir dalam beragam pilihan yang dapat disesuaikan dengan selera. Beberapa model yang paling populer di antaranya adalah keroncong lintiran, keroncong bambu, keroncong lada, hingga keroncong dengan motif ukiran. Model lintiran biasanya memiliki bentuk berulir yang halus dan simpel, cocok bagi pencinta gaya minimalis. BACA JUGA:Gejolak Rupiah Dorong Minat Investasi Emas Digital BACA JUGA:Pengadilan Negeri Palembang Terima Permohonan Penghentian Penuntutan Perkara Tipikor H. Halim
Model keroncong lada menjadi salah satu yang paling ikonik dan mudah dikenali.--Foto : ig-tokoemas_gunawan Sementara itu, model bambu terinspirasi dari ruas bambu yang memberikan kesan klasik dan sedikit etnik. Model keroncong lada menjadi salah satu yang paling ikonik dan mudah dikenali. Ciri khasnya terletak pada tekstur kecil menyerupai butiran lada di permukaan gelang. Desain ini memberikan efek visual yang unik sekaligus menambah kilau saat terkena cahaya. Selain itu, terdapat pula model ukir glossy yang menampilkan motif pahatan halus dengan permukaan mengilap, serta kombinasi pasir yang menciptakan kontras tekstur antara bagian halus dan kasar. BACA JUGA:Kakanwil Kemenkum Sumsel Serahkan Sertifikat Terdaftar pada Peresmian Abbas Lawfirm BACA JUGA:Abbas Law Firm Resmi Diluncurkan di Palembang
Ciri khasnya terletak pada tekstur kecil menyerupai butiran lada di permukaan gelang.--Foto : ig-toko_emasduadua Variasi desain inilah yang membuat gelang emas keroncong tetap relevan dan diminati oleh berbagai generasi. Bahan yang digunakan untuk gelang keroncong juga cukup beragam. Untuk kualitas premium, gelang ini umumnya dibuat dari emas asli dengan kadar berbeda, seperti emas 8 karat, 18 karat, hingga 22 atau 23 karat. Semakin tinggi kadar emasnya, semakin kuning dan berkilau warnanya. Emas asli juga dikenal tahan lama dan memiliki nilai jual kembali yang baik, sehingga tidak hanya berfungsi sebagai aksesori, tetapi juga dapat dianggap sebagai bentuk investasi. BACA JUGA:Pengadilan Negeri Palembang Terima Permohonan Penghentian Penuntutan Perkara Tipikor H. Halim BACA JUGA:Polisi Masih Berjuang Cari Jenazah Christina, Keterangan Pelaku Tidak Konsisten Namun, bagi sebagian orang, harga emas asli mungkin terasa cukup tinggi. Oleh karena itu, tersedia pula alternatif gelang keroncong berbahan lain seperti titanium atau tembaga yang dilapisi emas 24 karat. Jenis ini sering dikenal dengan sebutan Xuping. Meskipun bukan emas solid, gelang lapis emas ini memiliki tampilan yang menyerupai emas asli dan harganya jauh lebih terjangkau. Selain itu, bahan seperti titanium dikenal anti karat, lebih ringan, serta relatif aman untuk kulit sensitif, sehingga nyaman digunakan dalam jangka waktu lama. Gelang emas keroncong hampir selalu dijual dalam bentuk satu set. Jumlah gelang dalam satu set bervariasi, mulai dari tiga, lima, hingga tujuh buah. Pemakaian satu set penuh akan memberikan tampilan yang lebih “berisi” pada pergelangan tangan, sekaligus memperkuat kesan feminin dan anggun. BACA JUGA:Gejolak Rupiah Dorong Minat Investasi Emas Digital BACA JUGA:Abbas Law Firm Resmi Diluncurkan di Palembang Bunyi gemerincing halus yang dihasilkan saat gelang saling bersentuhan juga menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi pecinta perhiasan tradisional. Dari segi harga, gelang emas keroncong memiliki rentang yang cukup luas. Untuk versi imitasi atau lapis emas, harganya bisa dimulai dari puluhan hingga ratusan ribu rupiah, tergantung kualitas bahan dan ketebalan lapisan emasnya. Sementara itu, gelang keroncong dari emas asli dapat dibanderol mulai dari jutaan rupiah, bahkan lebih, bergantung pada berat (gramasi), kadar karat, serta tingkat kerumitan desain. Salah satu alasan utama gelang emas keroncong tetap digemari adalah fleksibilitasnya dalam dipadukan dengan berbagai gaya busana. Gelang ini dapat dikenakan bersama kebaya, dress formal, hingga pakaian kasual seperti blus atau tunik. Baik dipadukan dengan busana tradisional maupun modern, gelang keroncong mampu menambah sentuhan elegan tanpa terlihat berlebihan. BACA JUGA:Kakanwil Kemenkum Sumsel Serahkan Sertifikat Terdaftar pada Peresmian Abbas Lawfirm BACA JUGA:Kanwil Kemenkum Sumsel Sambut Positif Sosialisasi Nasional Implementasi dan Tantangan KUHP Baru Dengan keindahan desain, variasi bahan, serta nilai estetika yang tinggi, gelang emas keroncong bukan sekadar aksesori pelengkap. Perhiasan ini menjadi simbol keanggunan dan selera klasik yang abadi, menjadikannya pilihan favorit bagi banyak wanita dari berbagai usia.