Pembalap asal Turki tersebut hijrah dari ajang World Superbike (WorldSBK) setelah mencatatkan prestasi gemilang. Toprak mengoleksi total 78 kemenangan balapan dan meraih tiga gelar juara dunia bersama BMW. Debutnya di MotoGP akan berlangsung pada usia 29 tahun, dan ia dipastikan menggunakan nomor balap #7 karena nomor favoritnya, 54, telah digunakan oleh Fermin Aldeguer dari Gresini Racing.
Sebagai pembalap rookie di MotoGP, Toprak berhak mengikuti tes Shakedown di Sirkuit Sepang pada 29–31 Januari. Ia akan didampingi oleh pembalap penguji Yamaha, Augusto Fernandez, dalam proses adaptasi awal terhadap karakter motor MotoGP.
Jack Miller Lanjutkan Kiprah, Fokus pada Adaptasi Motor Baru
Di sisi lain, Jack Miller tetap dipercaya untuk membela Pramac Yamaha pada musim 2026. Pembalap asal Australia itu akan menjalani musim keduanya bersama tim dan diharuskan menunggu hingga tes resmi MotoGP di Sepang pada 3–5 Februari untuk menjajal Yamaha M1 spesifikasi terbaru.
Miller sebelumnya berhasil mengamankan kursi di Pramac setelah bersaing ketat dengan Miguel Oliveira. Pengalamannya di MotoGP diharapkan mampu memberikan kontribusi penting, terutama dalam membantu pengembangan motor Yamaha di tengah fase transisi besar.
Revolusi Teknis Yamaha Jadi Sorotan Utama
Selain komposisi pembalap dan livery baru, perhatian terbesar pada MotoGP 2026 tertuju pada langkah revolusioner Yamaha di sektor teknis.
Untuk pertama kalinya dalam era MotoGP modern, Yamaha meninggalkan mesin inline-four yang telah menjadi ciri khas mereka dan beralih ke konfigurasi mesin V4.
Keputusan strategis ini diambil demi meningkatkan daya saing di lintasan, mengingat hampir seluruh pabrikan di grid MotoGP telah menggunakan mesin V4 sejak Suzuki mundur pada akhir 2022. Yamaha menjadi satu-satunya pabrikan yang bertahan dengan inline-four hingga akhirnya memutuskan melakukan perubahan besar.