Melalui pasar keuangan yang lebih dalam dan likuid, pemerintah berharap aktivitas ekonomi dapat berjalan lebih optimal serta mampu menghadapi potensi gejolak global.
Upaya penguatan likuiditas pasar dilakukan melalui koordinasi kebijakan fiskal dan moneter.
Pemerintah terus mengoptimalkan pengelolaan surat berharga negara, mengembangkan instrumen pembiayaan jangka panjang, serta mendorong pendalaman pasar keuangan domestik
. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor dan menarik aliran investasi, baik dari dalam maupun luar negeri.
Pelaku industri otomotif menyambut positif rencana pemberian insentif tersebut.
Mereka menilai kebijakan fiskal yang tepat sasaran akan membantu menjaga daya saing industri otomotif nasional, terutama dalam menghadapi persaingan regional dan perubahan tren industri global.
BACA JUGA:Bangun Kekayaan Stabil dengan Emas Mulai Sekarang, Nikmati Hasilnya Nanti
BACA JUGA:Kuota LPG 3 Kg 2026 Turun, Agen di Palembang Keluhkan Pasokan
Di sisi lain, likuiditas pasar yang terjaga diyakini akan mempermudah akses pembiayaan bagi pelaku usaha, termasuk untuk ekspansi kapasitas produksi dan pengembangan teknologi.
Ke depan, kebijakan fiskal dan kebijakan industri diharapkan dapat berjalan selaras untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dengan kombinasi insentif bagi sektor strategis dan penguatan likuiditas pasar keuangan, pemerintah optimistis perekonomian nasional dapat tumbuh stabil serta mampu menghadapi berbagai tantangan pada 2026 dan tahun-tahun berikutnya.