Terkait kebijakan pemerintah, BYD menyatakan dukungannya terhadap regulasi yang mendorong transisi energi bersih.
BACA JUGA:Serah Terima Jabatan Kadiv P3H Kemenkum Sumsel, Hendrik Pagiling Pamit Tugas
BACA JUGA:Gerbang Kesehatan Keluarga! Toko Daging dan Telur Wajib Bersertifikat NKV, Ini Alasan Pentingnya
Namun, perusahaan berharap pemerintah di berbagai negara dapat merancang insentif secara bertahap dan terukur. Insentif yang ideal adalah yang mendorong inovasi dan produksi lokal, bukan sekadar memicu lonjakan penjualan sesaat.
Di beberapa pasar, BYD bahkan telah menyiapkan strategi jangka panjang untuk menghadapi era pasca-insentif.
Dengan meningkatkan skala produksi dan efisiensi manufaktur, BYD optimistis harga mobil listrik dapat terus ditekan secara alami seiring waktu.
Hal ini diyakini akan membuat kendaraan listrik semakin terjangkau tanpa harus bergantung pada bantuan pemerintah.
Bos BYD menegaskan bahwa masa depan industri kendaraan listrik ditentukan oleh keseimbangan antara teknologi, harga, dan kepercayaan konsumen.
Produsen yang hanya mengandalkan diskon dan subsidi akan kesulitan bertahan ketika pasar mulai matang. Sebaliknya, perusahaan yang berinvestasi pada inovasi dan efisiensi akan memiliki fondasi yang lebih kuat.
BACA JUGA:Gerbang Kesehatan Keluarga! Toko Daging dan Telur Wajib Bersertifikat NKV, Ini Alasan Pentingnya
BACA JUGA:Walikota Palembang Dorong Pengawasan Pelayanan Berbasis Digitalisasi
Menutup pernyataannya, Bos BYD menyampaikan keyakinan bahwa mobil listrik akan menjadi pilihan utama masyarakat global dalam satu dekade ke depan.
Namun, transisi tersebut harus dibangun di atas model bisnis yang sehat. Insentif tetap penting, tetapi strategi menjaga harga yang wajar dan berkelanjutan jauh lebih krusial untuk memastikan industri kendaraan listrik tumbuh secara stabil dan berjangka panjang.