Instrumen investasi yang paling sederhana adalah logam mulia atau emas. Emas menjadi favorit karena mudah dibeli dan nilainya jelas.
Investasi emas batangan lebih dianjurkan dibanding emas perhiasan, sebab emas batangan dihitung murni dari beratnya.
Risiko emas relatif rendah dan harga cenderung naik setiap tahun. Namun, investor harus memperhatikan tempat penyimpanan agar emas tetap aman dan terjaga.
Selain emas, properti juga termasuk investasi fisik yang banyak diminati. Properti merupakan investasi jangka panjang yang potensial.
Cara investasinya bisa dengan membeli tanah atau rumah lalu menjualnya kembali ketika harga meningkat.
Alternatif lain adalah menyewakan properti sehingga memberikan pemasukan rutin. Meski harganya cenderung terus naik, properti membutuhkan perawatan yang baik agar nilai aset tidak menurun.
BACA JUGA:Brimob Polda Sumsel dan Polres OKU Timur Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Belitang III
BACA JUGA:Warga Sanga Desa Digegerkan Temuan Mayat Tanpa Identitas di Sungai Musi
Deposito menjadi pilihan berikutnya bagi investor yang menginginkan keuntungan lebih pasti. Deposito hampir sama seperti menabung di bank, tetapi menawarkan bunga lebih tinggi.
Instrumen ini memiliki risiko sangat minim karena dijamin oleh lembaga perbankan. Kekurangannya, dana deposito tidak bisa diambil sewaktu-waktu sebelum jatuh tempo.
Saham tetap menjadi instrumen investasi yang paling populer karena potensi keuntungannya besar. Dengan membeli saham, investor memiliki bukti kepemilikan atas sebuah perusahaan.
Return saham dapat berupa dividen atau kenaikan harga saat dijual kembali. Namun saham juga memiliki risiko tinggi karena dipengaruhi kondisi ekonomi dan pergerakan pasar.
Bagi pemula yang belum berani mengambil risiko besar, reksa dana bisa menjadi alternatif terbaik. Pada reksa dana, dana dari banyak investor dikelola oleh manajer investasi profesional sehingga lebih praktis.
BACA JUGA:Viral CCTV Jambret Kalung Emas di Perum PNS Pemkot Palembang
BACA JUGA:Investasi Palembang Tembus Rp9,4 Triliun di Triwulan III
Terakhir, ada obligasi pemerintah yang termasuk instrumen aman karena dijamin negara, meski pembeliannya hanya tersedia pada periode tertentu.