BACA JUGA:Residivis Pencurian Ditangkap Bawa Senjata Tajam di Tanjung Batu
Tuas transmisi ditemani kamera mundur dengan panduan garis dinamis. Pengemudi bisa memilih dua mode berkendara: Eco dan Sport.
Head unit berisi fitur dasar seperti radio, multimedia, Apple CarPlay, Android Auto, hingga pengaturan kendaraan, termasuk fungsi follow-me-home untuk lampu, pengaturan kunci otomatis, dan sirkulasi udara otomatis setelah mobil terkunci.
AC memiliki kontrol sederhana dengan pengaturan arah angin lengkap. Tersedia juga ruang penyimpanan tambahan, port USB, dan soket 12 volt.
Setir memiliki tombol sederhana untuk mengatur audio, namun belum mendukung pengaturan tilt maupun telescopic. Panel instrumen digitalnya mirip layar kalkulator seperti pada JAC J5. Kursi pengemudi tidak memiliki pengatur ketinggian, tetapi side support terasa cukup baik.
BACA JUGA:Lomba Mewarnai Bersama Ayah Meriahkan Hari Ayah Nasional ke-21 di Palembang
BACA JUGA:Pasokan Cabai Ke Sumsel Menurun Akibat Bencana Alam, Pemprov Sumsel Cari Suplai Tambahan
Saat dicoba di trek pendek dalam pameran, setir terasa ringan namun tetap memberi bobot yang pas. Rem terbilang responsif tetapi lembut.
Mobil melaju halus, meskipun tekanan ban pada unit test drive tampaknya masih cukup tinggi sehingga sedikit mengurangi kenyamanan.
Dengan harga Rp178 juta dan jarak tempuh 301 km, Chang Lumin dinilai cukup kompetitif di kelas EV mungil.
Desainnya yang lucu dan berbeda menjadi nilai tambah, terutama bagi pengguna yang ingin mobil untuk usaha branding atau sekadar kendaraan harian yang tampil menonjol.