PALTV.CO.ID- Dalam dunia otomotif, khususnya pada kendaraan roda dua dan empat, pemilihan jenis ban menjadi salah satu hal yang cukup krusial.
Salah satu perdebatan yang sering muncul adalah terkait ban tubeless dan ban biasa (tube type). Banyak yang mengklaim bahwa ban tubeless lebih aman, terutama saat mengalami kebocoran. Namun, benarkah demikian?
Ban tubeless adalah jenis ban yang tidak menggunakan ban dalam (inner tube). Sebaliknya, ban ini dirancang agar bisa menahan udara langsung di dalam ban itu sendiri dengan bantuan pelek yang juga dirancang khusus untuk ban jenis ini.
Sementara ban konvensional (tube type) menggunakan lapisan ban dalam yang menyimpan udara, ban tubeless mengandalkan kerapatan antara ban dan pelek untuk mencegah kebocoran.
BACA JUGA:Woto Led Flyon: Motor Bergaya Nakal dengan Sentuhan Modern
Salah satu alasan utama mengapa banyak pengendara memilih ban tubeless adalah karena karakteristiknya yang lebih aman saat mengalami kebocoran. Hal ini didasarkan pada beberapa keunggulan teknis yang dimiliki ban tubeless:
1. Kehilangan Udara Lebih Lambat
Pada ban tubeless, ketika terjadi tusukan dari benda tajam seperti paku atau sekrup, udara tidak langsung keluar dengan cepat. Kebocoran cenderung terjadi secara perlahan karena benda yang menusuk biasanya masih tertanam di dalam ban dan menyumbat lubang kebocoran sementara waktu. Ini memberi waktu lebih bagi pengendara untuk menyadari adanya masalah dan mencari tempat aman untuk berhenti.
Sebaliknya, pada ban tube type, jika ban tertusuk, udara dari ban dalam bisa langsung keluar dengan cepat melalui lubang, menyebabkan ban langsung kempis bahkan bisa meledak saat kecepatan tinggi. Situasi ini sangat berbahaya, terutama jika terjadi di jalan tol atau saat kendaraan melaju kencang.
Apakah ban tubeless lebih aman dibanding ban biasa--Foto: youtube@Roda Raya
2. Tidak Langsung Kempis
Kebanyakan ban tubeless tidak langsung kempis secara total saat terjadi kebocoran, karena desainnya yang bisa menahan tekanan lebih stabil. Ini membuat kendaraan tetap bisa dikendalikan dalam kondisi darurat. Dalam banyak kasus, pengendara masih bisa melanjutkan perjalanan beberapa kilometer sebelum akhirnya harus memperbaiki atau mengganti ban.
3. Perbaikan Lebih Mudah dan Cepat
Ban tubeless bisa diperbaiki tanpa harus membongkar roda dari kendaraan. Teknisi hanya perlu menambal dari luar menggunakan metode tambal sumbat (plug). Ini jauh lebih praktis dibandingkan ban tube type yang mengharuskan pelepasan ban dan ban dalam dari pelek untuk diperbaiki.
Ban tubeless diklaim lebih aman saat bocor karena tidak langsung kempis--Foto: youtube@Roda Raya