Modernisasi Sektor Industri Primer, Lebih dari 390 Ribu Pelanggan Manfaatkan Program Electrifying Agriculture
PLN terus bersinergi dengan pemerintah dalam memperluas program listrik masuk sawah. Melalui program Electrifying Agriculture, para petani di Kabupaten Seluma, Bengkulu, memanfaatkan pompanisasi berbasis listrik untuk menghemat bahan bakar sekaligus menin--Foto : Humas PLN
Dampak program ini dirasakan langsung oleh para petani di Kabupaten Seluma, Bengkulu. Bupati Seluma, Teddy Rahman, menyampaikan apresiasi atas sinergi dan keterlibatan PLN dalam mendukung sektor pertanian melalui pemanfaatan energi dan teknologi untuk irigasi sawah dan pengolahan hasil tani sehingga meningkatkan ekonomi masyarakat lokal.
“Program ini bukan hanya soal pasokan listrik, tapi juga tentang bagaimana energi mampu mengubah kehidupan petani kami. Terima kasih PLN yang telah mengambil bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah,” ucap Teddy.
Manfaat program turut dirasakan oleh salah satu peternak bebek yang tergabung dalam Kelompok Tani Sabana Mandiri berlokasi di Kelurahan Sukatani, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, Abdurrahman, ia menyampakan bahwa penggunaan listrik yang stabil dalam pengelolaan peternakan bebek dapat meningkatkan kesehatan dan mempercepat pertumbuhan ternak, serta mengoptimalkan produktivitas telur.
BACA JUGA:Kanwil Kemenkum Sumsel dan PALTV Jalin Kerja Sama Publikasi Informasi Publik
BACA JUGA:Portal Dilepas, Truk Bertonase Besar Kembali Melintas, Warga Sako Baru Resah
"Sebelumnya, kami menghadapi banyak kendala dalam mengatur suhu bibit bebek di kandang. Dengan adanya listrik dari PLN, ternak kami menjadi lebih sehat, dan hasil produksinya pun meningkat. Program PLN ini benar-benar membawa manfaat besar bagi usaha kami," terang Abdurrahman.
Di sektor kelautan, program EM juga memberi dampak positif bagi salah satu industri galangan kapal di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Manager Production and Engineering PT Layar Perkasa Nusantara, Ashawir menuturkan saat ini seluruh peralatan di galangan kapal telah menggunakan listrik.
Menurutnya, penggunaan listrik sangat membantu menurunkan biaya operasional hingga lebih dari 20% sekaligus mengurangi emisi gas buang di galangan kapal.
“Dengan menggunakan listrik, biaya operasional yang dikeluarkan jauh lebih murah. Jika menggunakan mesin diesel, biaya operasional diprediksi hampir mencapai satu miliar per tahun, namun jika menggunakan listrik hanya sekitar Rp 730 juta per tahun,” tutup Ashawir.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: paltv.co.id

