Bukit Asam PT. BA

Antara Menegur dan Mengingatkan, Mengapa Cara Menyampaikan Pesan Itu Penting?

 Antara Menegur dan Mengingatkan, Mengapa Cara Menyampaikan Pesan Itu Penting?

Cara menegur dan mengingatkan yang tepat penting agar pesan diterima tanpa menyinggung, menjaga hubungan, dan mendorong perubahan positif.--Pixabay

PALTV.CO.ID- Dalam kehidupan sehari-hari, mengingatkan orang lain merupakan hal yang wajar. Orang tua mengingatkan anak, guru menegur murid, atasan memberikan arahan kepada karyawan, hingga petugas pemerintah menyampaikan imbauan kepada masyarakat. Tujuannya bisa saja sama, yaitu mengajak seseorang melakukan sesuatu yang dianggap benar atau sesuai aturan.

Namun, cara menyampaikan pesan ternyata memiliki pengaruh besar terhadap bagaimana pesan tersebut diterima.

Hal ini kembali menjadi perhatian ketika sebuah video yang memperlihatkan perdebatan terkait imbauan pemasangan Bendera Merah Putih menjelang peringatan kemerdekaan menjadi viral di media sosial. Terlepas dari persoalan yang terjadi dalam video tersebut, fenomena ini memperlihatkan satu hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari: sebuah pesan dapat memunculkan respons berbeda tergantung bagaimana pesan itu disampaikan.

Menegur Tidak Harus Membuat Orang Merasa Dipermalukan

Menegur pada dasarnya merupakan bagian dari komunikasi. Ada kalanya seseorang memang perlu diberi tahu ketika melakukan sesuatu yang keliru atau belum sesuai dengan ketentuan.

Namun, teguran yang disampaikan dengan nada keras atau di depan banyak orang berpotensi membuat seseorang merasa disudutkan. Alih-alih memahami pesan yang diberikan, perhatian justru dapat beralih pada cara teguran tersebut disampaikan.

Sebaliknya, pendekatan yang tenang dan jelas dapat memberikan ruang bagi seseorang untuk memahami alasan di balik sebuah imbauan. Ketika orang merasa dihargai, kemungkinan untuk mendengarkan dan mempertimbangkan pesan yang diberikan juga dapat menjadi lebih besar.

Bukan berarti setiap teguran harus disampaikan dengan lembut tanpa ketegasan. Dalam situasi tertentu, ketegasan tetap diperlukan. Yang menjadi penting adalah bagaimana ketegasan tersebut tidak berubah menjadi tindakan yang merendahkan atau mempermalukan.

BACA JUGA:Kemiskinan Menurun Belum Tentu Pemerataan Tercapai, Ini Penyebabnya!

Pesan yang Sama Bisa Menghasilkan Respons Berbeda

Dalam komunikasi, isi pesan bukan satu-satunya hal yang menentukan respons seseorang. Nada bicara, pilihan kata, situasi, serta hubungan antara orang yang berbicara dan orang yang menerima pesan turut berpengaruh.

Kalimat sederhana seperti "Tolong diperhatikan" dapat terdengar sebagai pengingat dalam satu situasi, tetapi bisa terasa seperti teguran dalam situasi lain.

Karena itu, kemampuan membaca keadaan menjadi bagian penting dalam berkomunikasi. Sebelum menyampaikan sesuatu, seseorang perlu mempertimbangkan siapa yang diajak berbicara, di mana percakapan berlangsung, dan bagaimana pesan tersebut kemungkinan diterima.

Hal ini berlaku di mana saja. Di tempat kerja, misalnya, kritik yang disampaikan secara pribadi mungkin lebih mudah diterima dibandingkan teguran di depan rekan kerja. Begitu pula dalam keluarga, memberikan penjelasan sering kali lebih efektif daripada sekadar menyalahkan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: berbagai sumber