Setelah Operasi Kedua, Korban Kecelakaan Bus ALS Menghembuskan Napas Terakhir
Korban kecelakaan Bus ALS meninggal dunia usai menjalani operasi kedua. Kabar duka ini menambah daftar korban tragedi maut tersebut.--PALTV
PALEMBANG, PALTV.CO.ID- Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut antara bus ALS dan truk tangki BBM di Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, kembali bertambah.
Seorang korban selamat bernama Jumiatun (34), warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dilaporkan meninggal dunia pada Jumat, 15 Mei 2026, setelah sempat menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang.
Jumiatun menghembuskan napas terakhir usai menjalani operasi kedua akibat luka berat yang dideritanya dalam insiden tersebut.
Kepala RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Kombes Pol dr Budi Susanto, membenarkan kabar duka tersebut. Namun pihak rumah sakit belum memberikan penjelasan rinci terkait kondisi terakhir korban.
“Iya benar meninggal dunia. Nanti akan kami sampaikan lengkap saat rilis sore,” ujar Budi Susanto saat dikonfirmasi awak media.
BACA JUGA:Alamak! Baru Diperbaiki, Jalan Sudirman Depan RSMH Kembali Rusak dan Bergelombang
Dengan meninggalnya Jumiatun, total korban jiwa dalam kecelakaan tragis di Jalan Lintas Sumatera itu kini mencapai 19 orang.
Sebelumnya, Jumiatun dan suaminya, Ngadiono, sempat menjalani operasi di RS Bhayangkara Moh Hasan Polda Sumsel pada Senin, 11 Mei 2026. Keduanya mengalami luka serius akibat kecelakaan hebat yang juga memicu kebakaran.
Kombes Pol Budi Susanto menjelaskan, tim medis telah melakukan tindakan operasi terhadap dua korban selamat tersebut sebagai upaya penyelamatan.
“Hari ini kami melakukan operasi terhadap dua korban selamat, yakni Bapak Ngadiono dan Ibu Jumiatun,” katanya.
Menurut Budi, kondisi Jumiatun saat itu menjadi perhatian khusus karena mengalami luka bakar cukup parah, terutama di bagian tangan kanan.

Kepala RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Kombes Pol dr Budi Susanto--PALTV
“Setelah dilakukan operasi, diketahui tangan kanan korban mengalami kerusakan berat sehingga jaringan serta fungsi pembuluh darahnya tidak berjalan normal,” ungkapnya.
Tim dokter sebelumnya terus melakukan pemantauan intensif untuk melihat perkembangan kondisi korban dan menentukan langkah medis lanjutan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

