Kurs Dolar AS Hari Ini, 25 April 2026: Rupiah Masih Melemah di Akhir Pekan
kurs dolar AS hari ini 25 April 2026 rupiah melemah--freepik
PALTV.CO.ID- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menjadi perhatian pelaku pasar menjelang akhir pekan.
Pada Sabtu, 25 April 2026, kurs dolar belum mengalami pembaruan resmi karena mengikuti jadwal hari kerja perbankan. Namun, data terakhir yang dirilis oleh Bank Indonesia (BI) pada 24 April 2026 menunjukkan adanya pelemahan tipis rupiah terhadap mata uang Negeri Paman Sam tersebut.
Berdasarkan data referensi kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), nilai tukar rupiah tercatat berada di kisaran Rp 17.308 per dolar AS.
Sementara itu, kurs jual yang ditetapkan BI berada di level Rp 17.394 per dolar AS, dan kurs beli sebesar Rp 17.221 per dolar AS. Angka ini menjadi acuan utama bagi pelaku pasar, termasuk perbankan dan korporasi, dalam melakukan transaksi valuta asing.
Jika dibandingkan dengan posisi sehari sebelumnya, yakni 23 April 2026, rupiah terlihat mengalami pelemahan. Pada tanggal tersebut, kurs tengah masih berada di level Rp 17.179 per dolar AS.
BACA JUGA:Danrem 044/Gapo Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Dan Tidak Membakar Lahan
Kenaikan ke Rp 17.308 pada 24 April menandakan adanya tekanan terhadap rupiah, meskipun masih dalam batas yang relatif terkendali.
Pergerakan ini juga sejalan dengan kondisi di pasar spot. Pada perdagangan terakhir menjelang akhir pekan, nilai tukar rupiah sempat berada di kisaran Rp 17.280 per dolar AS.
Angka ini mencerminkan bahwa meskipun terjadi fluktuasi, pergerakan rupiah masih berada dalam rentang yang tidak terlalu ekstrem.
Sejumlah faktor global dan domestik turut memengaruhi dinamika nilai tukar ini.
Dari sisi global, penguatan dolar AS masih dipicu oleh ekspektasi kebijakan suku bunga tinggi yang dipertahankan oleh bank sentral AS, yaitu Federal Reserve.

penyebab rupiah melemah terhadap dolar AS akhir pekan--freepik
Kebijakan ini membuat aset berbasis dolar menjadi lebih menarik bagi investor global, sehingga permintaan terhadap dolar meningkat.
Di sisi lain, kondisi domestik Indonesia relatif stabil, meskipun tetap menghadapi tantangan eksternal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: berbagai sumber

