Dinkes Sumsel Catat 1.587 Kasus Campak, Program Imunisasi Ditingkatkan
Kasus Campak di Sumsel Tembus 1.587, Balita Jadi Prioritas Imunisasi--Foto : Ilham - PALTV
PALEMBANG, PALTV.CO.ID – Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan melaporkan adanya 1.587 kasus campak yang tersebar di sejumlah daerah hingga awal April 2026.
Lonjakan kasus ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah sehingga upaya pencegahan, khususnya melalui imunisasi balita, kembali diperkuat di puskesmas dan posyandu.
Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Trisnawarman, mengungkapkan bahwa Kota Palembang menjadi wilayah dengan kasus tertinggi, yakni sekitar 808 kasus. Dari jumlah tersebut, kurang lebih 400 kasus telah dipastikan positif campak.

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Trisnawarman, mengungkapkan bahwa Kota Palembang menjadi wilayah dengan kasus tertinggi, yakni sekitar 808 kasus. Dari jumlah tersebut, kurang lebih 400 kasus telah dipastikan positif campak.--Foto : Ilham - PALTV
“Total kasus campak di Sumsel sampai awal April 2026 mencapai 1.587 kasus. Di Palembang sendiri sekitar 808 kasus, dengan kurang lebih 400 yang sudah terkonfirmasi positif,” jelasnya.
BACA JUGA:Polres Ogan Ilir Perkuat Sinergi Cegah Kebakaran Sejak Dini
BACA JUGA:Breaking News!! Kejati Sumsel Periksa Kantor Dishub Muba, Dalami Dugaan Korupsi Lalu Lintas Lalan

Aktivitas Posyandu Tingkatkan Pencegahan Penyakit Campak--Foto : Ilham Wahyudi - PALTV
Ia menambahkan bahwa penyakit ini dapat menyerang semua usia, baik anak-anak maupun orang dewasa, sehingga perlu kewaspadaan dan tindakan pencegahan yang optimal, terutama melalui imunisasi.
Menurutnya, meningkatnya kasus saat ini juga dipengaruhi oleh terhentinya sebagian layanan imunisasi pada masa pandemi COVID-19, sehingga banyak anak yang tidak memperoleh vaksin campak secara lengkap.
“Peningkatan kasus ini cukup terasa karena pada masa pandemi lalu banyak balita yang tertunda mendapatkan imunisasi campak, dan dampaknya mulai terlihat sekarang,” tambahnya.
Selain Palembang, beberapa daerah lain juga melaporkan kasus serupa, seperti Banyuasin dengan 137 kasus suspek dan 18 kasus positif, Musi Rawas dengan 116 suspek dan 25 positif, serta Lubuklinggau dengan 68 kasus suspek sejak awal tahun hingga April.
BACA JUGA:Sidang Korupsi Fee Pokir DPRD OKU, Teddy Sebut Hanya Tahu Perubahan Anggaran Secara Umum
BACA JUGA:Awasi WFH ASN, Wali kota Palembang Intruksikan Buat Aplikasi Pengawasan
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: paltv.co.id

