Bukit Asam PT. BA

Harga Kebutuhan Pokok Turun Pasca Lebaran, Namun Belum Stabil

Harga Kebutuhan Pokok Turun Pasca Lebaran, Namun Belum Stabil

Aktivitas jual beli di Pasar Soak Bato 26 Ilir Palembang--Foto : Suryadi - PALTV

PALEMBANG, PALTV.CO.ID - Pasca hari Idul Fitri, harga kebutuhan bahan pokok di pasar tradisional mulai menunjukkan penurunan, meskipun kondisi tersebut dinilai belum sepenuhnya stabil oleh para pedagang.

Hal ini terlihat jelas di Pasar Rakyat Soak Bato 26 Ilir, di mana aktivitas jual beli masih mengalami fluktuasi baik dari sisi harga maupun jumlah pembeli.

Eli, salah satu pedagang sembako di pasar tersebut, mengungkapkan bahwa saat ini sebagian besar harga bahan pokok memang mengalami penurunan dibandingkan sebelum Lebaran.

Namun, ia menegaskan bahwa kondisi harga belum sepenuhnya stabil. Salah satu komoditas yang mengalami penurunan cukup terasa adalah cabai. Menurutnya, seluruh jenis cabai saat ini turun hingga sekitar Rp20.000 dari harga sebelumnya, sehingga lebih terjangkau bagi masyarakat.

BACA JUGA:Hadiri Tanam Padi dengan Drone , Danrem 044/Gapo Dorong Ketahanan Pangan

BACA JUGA:Pasca Kebakaran, Herman Deru Tegaskan Perlu Adanya Penataan dan Pembatasan Sumur Minyak Rakyat


Eli, salah satu pedagang sembako di pasar tersebut, mengungkapkan bahwa saat ini sebagian besar harga bahan pokok memang mengalami penurunan dibandingkan sebelum Lebaran.--Foto : Suryadi - PALTV

Sementara itu, untuk komoditas lain seperti bawang merah dan bawang putih, harga cenderung masih berada pada kisaran normal. Bawang merah dijual sekitar Rp35.000 per kilogram, sedangkan bawang putih berada di angka Rp25.000 per kilogram.

Kedua harga tersebut belum menunjukkan adanya kenaikan maupun penurunan signifikan pasca Lebaran.


Pian, seorang pedagang daging potong di pasar yang sama. Ia menjelaskan bahwa harga daging mengalami penurunan yang cukup signifikan setelah Lebaran. Harga daging sapi yang sebelumnya mencapai Rp170.000 per kilogram kini turun menjadi Rp150.000 per kilogr--Foto : Suryadi - PALTV

Namun, berbeda dengan komoditas lainnya, harga minyak goreng justru mengalami kenaikan. Produk minyak goreng bersubsidi seperti Minyakita yang sebelumnya dijual seharga Rp18.000 per liter kini naik menjadi Rp21.000 per liter.

Kenaikan ini menjadi perhatian tersendiri bagi pedagang maupun pembeli karena merupakan kebutuhan pokok sehari-hari.

BACA JUGA:Kebakaran Sumur Minyak Ilegal Di Keluang, Bupati Muba : Pemkab Tidak Memiliki Kuasa Penuh.

BACA JUGA:3 Warga Palembang Laporkan Dugaan Investasi Fiktif, Kerugian Capai Rp144 Juta

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: paltv.co.id