Suzuki eVitara 2026 Meluncur di India, Harga Mulai Rp200 Jutaan tapi Ada Strategi Khusus di Baliknya
India kembali mendapat perhatian besar setelah peluncuran SUV listrik terbaru dari Suzuki yakni eVitara.--youtube@autodp
PALTV.CO.ID,- Pasar kendaraan listrik di India kembali mendapat perhatian besar setelah peluncuran SUV listrik terbaru dari Suzuki yakni eVitara.
Mobil ini langsung mencuri perhatian karena harga awalnya diklaim bisa ditebus mulai dari kisaran Rp200 jutaan.
Angka tersebut tentu mengejutkan banyak orang, terutama jika dibandingkan dengan harga mobil listrik di Indonesia yang rata-rata masih jauh lebih mahal.
Namun, di balik harga yang terlihat sangat terjangkau tersebut, ternyata ada strategi khusus yang diterapkan oleh Suzuki.
Model penjualan yang digunakan membuat harga awal mobil menjadi lebih rendah, tetapi tetap memiliki biaya penggunaan dalam jangka panjang.
Strategi Harga: Mobil Dijual Tanpa Baterai
BACA JUGA:Deretan Motor Paling Irit BBM yang Justru Sepi Peminat
BACA JUGA:Kabar Baik Pemudik, Tol Palembang–Betung Siap Dibuka untuk Kurangi Kemacetan
SUV listrik ini diluncurkan oleh Maruti Suzuki, anak perusahaan dari Suzuki Motor Corporation yang berbasis di India.
India sendiri merupakan pasar terbesar Suzuki di dunia, sehingga tidak mengherankan jika inovasi strategi penjualan baru pertama kali diuji di negara tersebut.
Strategi yang digunakan adalah skema Battery as a Service (BaaS) atau penyewaan baterai.
Dalam sistem ini, mobil dijual tanpa baterai sehingga harga awal kendaraan menjadi jauh lebih murah. Konsumen hanya membeli unit mobilnya saja, sementara baterai disewa secara terpisah.
Dengan sistem tersebut, pengguna dikenakan biaya pemakaian baterai sekitar Rp700 hingga Rp800 per kilometer.
Jika diasumsikan mobil digunakan sekitar 15.000 kilometer per tahun, maka biaya sewa baterai dapat mencapai sekitar Rp10 juta per tahun. Dalam jangka waktu lima tahun, total biaya sewa baterai bisa menembus sekitar Rp50 juta.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: berbagai sumber

