IHSG Bergerak Fluktuatif, Ditutup Menguat Tipis di Perdagangan Pagi
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis pada perdagangan sesi pertama Kamis (5/2/2026). --Foto : Hafid Zainul - PALTV
PALEMBANG, PALTV.CO.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan bursa sesi pertama, Kamis 5 Februari 2026, ditutup menguat tipis. IHSG naik 4,87 poin atau 0,06 persen ke level 8.141,84.
Sepanjang sesi perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif di kisaran 8.118 hingga 8.214. Sebanyak 20,47 miliar lembar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi mencapai Rp 10,98 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 1,548 juta kali.
Kepala Wilayah Bursa Efek Indonesia Sumatera Selatan (BEI Sumsel), Hari Mulyono mengatakan, pergerakan IHSG dalam beberapa hari terakhir merupakan respons pasar terhadap berbagai informasi yang berkembang.

IHSG bergerak fluktuatif dan ditutup menguat tipis di sesi pagi perdagangan Kamis 5 Februari 2026, dipengaruhi respons investor terhadap informasi pasar.--Foto : Hafid - PALTV
“IHSG dalam beberapa hari terakhir sekarang kita bisa ikut bersama bagaimana IHSG bereaksi atas informasi-informasi yang berlaku. Ini merupakan hal yang umum dalam aktivitas investasi di pasar saham,” kata Kepala Wilayah BEI Sumsel, Hari Mulyono.
BACA JUGA:1 Tahun kepemimpinan HDCU, Angka Kemiskinan Sumsel Turun ke 1 Digit
BACA JUGA:Warga Desa Padang Bindu Tuntut Bagi Hasil Kebun Plasma

Kepala Wilayah Bursa Efek Indonesia Sumatera Selatan, Hari Mulyono, menjelaskan respons pasar terhadap berbagai informasi yang berkembang.--Foto : Hafid - PALTV
Menurutnya, investor pada dasarnya melihat potensi masa mendatang yang kemudian direfleksikan dalam aktivitas perdagangan saat ini.
“Apapun yang terjadi dan bagaimanapun pergerakan pasar saham, itu merupakan reaksi investor untuk mengamankan posisi terhadap aktivitas investasi yang dilakukan,” ujarnya.
Hari menjelaskan, saham-saham yang diperdagangkan di bursa merupakan perwakilan dari perusahaan-perusahaan publik yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
“Saham-saham tersebut merepresentasikan kinerja perusahaan publik, sehingga dinamika pergerakan indeks merupakan cerminan dari respons investor terhadap kondisi dan prospek perusahaan ke depan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: paltv.co.id

