BRI Finance : Dua Isu Utama Membayangi Pembiayaan Mobil Baru 2026

BRI Finance : Dua Isu Utama Membayangi Pembiayaan Mobil Baru 2026

PT BRI Finance Indonesia (BRI Finance) memaparkan bahwa pembiayaan mobil baru hadapi masalah--Freepik.com

PALTV.CO.ID,- Di tengah kondisi pasar otomotif yang sedang mengalami tekanan, industri pembiayaan kendaraan bermotor dihadapkan pada berbagai tantangan yang tidak ringan.

PT BRI Finance Indonesia (BRI Finance) memaparkan bahwa pembiayaan mobil baru saat ini menghadapi dua hambatan utama yang cukup signifikan.

Situasi tersebut dipengaruhi oleh melemahnya daya beli serta perubahan perilaku konsumen yang semakin berhati-hati dalam mengambil keputusan finansial, terutama untuk pembelian aset bernilai besar seperti kendaraan roda empat.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, menjelaskan bahwa tantangan pertama berasal dari sisi permintaan pasar yang cenderung menurun.

Menurutnya, konsumen kini lebih selektif dan cermat dalam mengatur keuangan, seiring dengan ketidakpastian kondisi ekonomi.

Sikap wait and see banyak diterapkan oleh masyarakat, sehingga keputusan untuk membeli mobil baru kerap ditunda. Hal ini berdampak langsung pada penurunan volume pembiayaan yang disalurkan oleh perusahaan multifinance.

BACA JUGA:Tecno Pova Slim Tantang Dominasi iPhone Air Terbaru

BACA JUGA:Rupiah Keok, Pertumbuhan Ekonomi Berpotensi Tertekan

Selain penurunan permintaan, tantangan kedua yang dihadapi adalah penyesuaian harga kendaraan di pasar otomotif.

Perubahan harga mobil, baik akibat kenaikan biaya produksi, fluktuasi nilai tukar, maupun kebijakan dari produsen, turut memengaruhi minat beli konsumen.

Kenaikan harga kendaraan berpotensi membuat cicilan menjadi lebih besar, sehingga tidak semua calon pembeli merasa nyaman untuk melanjutkan transaksi pembelian melalui skema pembiayaan.

Aditia menyampaikan bahwa kombinasi antara melemahnya permintaan dan penyesuaian harga kendaraan tersebut membuat persaingan di industri pembiayaan menjadi semakin ketat.


Situasi tersebut dipengaruhi oleh melemahnya daya beli serta perubahan perilaku konsumen--Freepik.com

Perusahaan pembiayaan dituntut untuk lebih berhati-hati dalam menyalurkan kredit, terutama dalam menjaga kualitas portofolio pembiayaan agar tetap sehat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: berbagai sumber