5 Berita Kripto Terpanas Minggu Ini: Siklus Bitcoin Gagal, Institusi Bergerak, Geopolitik Memanas
siklus 4 tahunan Bitcoin kini pendekatan itu tak lagi sepenuhnya relevan.--Chat GPT image
PALTV.CO.ID,- Awal 2026 langsung menyuguhkan potret pasar kripto yang tidak biasa. Narasi lama mulai retak, sementara faktor eksternal justru makin menentukan arah pergerakan.
Jika sebelumnya investor bisa “berpegangan” pada pola historis, khususnya siklus 4 tahunan Bitcoin kini pendekatan itu tak lagi sepenuhnya relevan.
Di saat yang sama, isu geopolitik kembali naik ke permukaan dan memaksa pasar masuk mode selektif. Menariknya, di tengah ketidakpastian tersebut, pemain institusi dan figur besar justru terlihat semakin tenang dan terarah dalam mengambil posisi.
Berikut lima berita kripto paling ramai dibahas sepanjang pekan ini—dan kenapa semuanya penting untuk dibaca lebih dalam.
1. Siklus 4 Tahunan Bitcoin Resmi Retak
BACA JUGA:Galaxy S25 Ultra Jadi Andalan Penggemar Android, Usung Kamera 200 MP dan Performa Snapdragon Terbaru
BACA JUGA:SUV Nissan 2026 Usung Layar Digital Lebih Besar: Era Baru Interior Cerdas
Bitcoin menutup tahun 2025 dengan candle tahunan merah—sebuah kejadian langka, terutama karena terjadi setelah halving.
Selama lebih dari satu dekade, pola 4 tahunan Bitcoin nyaris dianggap hukum alam oleh pelaku pasar. Namun, awal 2026 menjadi titik di mana narasi itu mulai dipertanyakan serius.
Kondisi ini menunjukkan bahwa struktur pasar Bitcoin telah berubah.
Masuknya ETF spot, dominasi modal institusi, serta tekanan makro global membuat pergerakan BTC tak lagi sekadar soal suplai pasca-halving. Siklus masih ada, tapi tidak lagi bekerja secara “bersih” seperti sebelumnya.
Bagi investor, ini adalah sinyal penting: membaca pasar kripto kini butuh lebih dari sekadar menghafal pola lama.

Awal 2026 langsung menyuguhkan potret pasar kripto yang tidak biasa.--Chat GPT image
2. Franklin Templeton Perkuat Narasi Institusi di XRP
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: indodax
