Gaji UMR tapi Harus Menanggung Keluarga? Ini Cara Sandwich Generation Bertahan

Gaji UMR tapi Harus Menanggung Keluarga? Ini Cara Sandwich Generation Bertahan

Sandwich generation perlu memiliki kemampuan pengelolaan keuangan yang baik, terutama ketika penghasilan bulanan--copilot.AI.com

PALTV.CO.ID,- Sandwich generation perlu memiliki kemampuan pengelolaan keuangan yang baik, terutama ketika penghasilan bulanan masih setara dengan upah minimum regional (UMR) atau upah minimum provinsi (UMP).

Penghasilan tersebut tidak hanya harus mencukupi kebutuhan pribadi, tetapi juga menopang kebutuhan orang tua sekaligus anak.

Tanpa perencanaan yang matang, kondisi ini dapat membuat keuangan terus mengalami kebocoran.

Bagi pekerja dengan gaji UMR, uang bulanan kerap terasa cepat habis. Oleh karena itu, menyusun skala prioritas menjadi langkah penting agar kondisi keuangan tetap terkendali.

Prinsip utama yang perlu diterapkan adalah menabung di awal, bukan dari sisa pengeluaran. Menunda menabung hingga akhir bulan hampir selalu berujung gagal karena tidak ada dana yang tersisa.

BACA JUGA:Pro Kontra KUHP dan KUHAP, Praktisi Hukum Ingatkan Risiko Ketidakpastian

BACA JUGA:Motor Yamaha Makin Stabil Berkat Sistem Anti Jatuh: Berkendara Lebih Aman di Berbagai Kondisi

Secara umum, sekitar 50–55 persen penghasilan dapat dialokasikan untuk kebutuhan pokok, seperti makan, transportasi, sewa atau kontrakan, serta pulsa dan internet.

Kebutuhan ini bersifat wajib dan harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum pengeluaran lain.

Selanjutnya, sekitar 10–15 persen penghasilan dapat disisihkan untuk membantu orang tua atau keluarga.

Bantuan ini sebaiknya ditetapkan dengan nominal yang konsisten agar tidak mengganggu pos keuangan lain. Jumlah yang berubah-ubah justru berisiko menimbulkan defisit tanpa disadari.


Tanpa perencanaan yang matang, kondisi ini dapat membuat keuangan terus mengalami kebocoran.--Chat GPT image

Dana darurat juga tetap wajib dimiliki oleh sandwich generation, meskipun bergaji UMR. Minimal 10 persen penghasilan dapat dialokasikan untuk tabungan atau dana darurat, meski nominalnya kecil.

Dana ini bisa disimpan di rekening terpisah atau pada instrumen yang aman dan mudah dicairkan, seperti tabungan khusus, deposito, reksa dana pasar uang, atau emas.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: berbagai sumber