Bitcoin Menguat, Momentum Positif Kembali Mengemuka di Awal 2026
Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan kinerja impresif dalam beberapa hari terakhir.--Chat GPT image
PALTV.CO.ID,- Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan kinerja impresif dalam beberapa hari terakhir.
Aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini mencatatkan penguatan signifikan, menandai kebangkitan momentum positif setelah sempat bergerak terbatas dalam fase konsolidasi.
Kenaikan harga Bitcoin terjadi seiring membaiknya sentimen pasar global, yang turut mendorong minat investor terhadap aset berisiko, termasuk kripto.
Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, harga Bitcoin tercatat naik sekitar 2,73 persen dan bergerak di kisaran 93.925 dolar AS atau setara Rp1,56 miliar.
Penguatan ini sekaligus membawa Bitcoin menembus level psikologis penting yang sebelumnya menjadi area resistensi kuat.
Secara intraday, BTC bahkan sempat menyentuh level tertinggi di sekitar 94.789 dolar AS, yang merupakan capaian tertinggi sejak pertengahan November lalu.
BACA JUGA:Teknologi Anti Jatuh Yamaha, Siap Jadi Tren Baru di Dunia Sepeda Motor?
BACA JUGA:Pengendara Motor Terluka Usai Tabrak Balok Kayu di Palembang
Keberhasilan Bitcoin menembus zona 90.000 dolar AS menjadi sinyal penting bagi pasar. Level tersebut selama hampir tiga pekan terakhir menjadi hambatan utama pergerakan harga.
Penembusan ini mengindikasikan adanya perubahan sentimen, di mana pelaku pasar mulai kembali mengoleksi aset kripto setelah pasar saham dan logam mulia lebih dulu mencatatkan pemulihan.
Data pasar juga menunjukkan dominasi Bitcoin (BTC.D) berada di sekitar 59 persen, menegaskan bahwa BTC masih menjadi acuan utama pergerakan pasar kripto secara keseluruhan.

Aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini mencatatkan penguatan signifikan--Chat GPT image
Pada 6 Januari 2026, harga Bitcoin tercatat berada di level 93.716 dolar AS atau sekitar Rp1,57 miliar, dengan kenaikan harian sebesar 0,85 persen.
Dalam periode tersebut, harga BTC bergerak di rentang terendah Rp1,55 miliar hingga tertinggi Rp1,59 miliar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: berbagai sumber
