FKPT Sumsel Minta Masyarakat Waspada, Teroris Sering Memanfaatkan Pondok Pesantren untuk Sebarkan Radikalisme

FKPT Sumsel Minta Masyarakat Waspada, Teroris Sering Memanfaatkan Pondok Pesantren untuk Sebarkan Radikalisme

Ketua FKPT Sumsel Romy Apriansyah minta masyarakat waspada, jaringan teroris sering memanfaatkan Pondok Pesantren untuk sebarkan Radikalisme, Jum’at (20/10/2023).-Ekky Saputra-PALTV

PALEMBANG, PALTV.CO.ID - Ketua Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Sumatera Selatan Romy Apriansyah, membenarkan telah terjadi penangkapan terhadap IW, Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Qur’an di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) oleh Densus 88 Antiteror pada hari Minggu, 15 Oktober 2023 lalu.

"Kita mengapresiasi penangkapan yang dilakukan teman-teman dari tim Densus 88, terhadap terduga IW merupakan salah satu yang diduga terlibat jaringan teroris," kata Romy Apriansyah saat diwawancarai pada hari Jum’at, 20 Oktober 2023.

Romy kemudian menerangkan bahwa dari hasil survei dan penelitian FKPT Sumsel pada tahun 2022-2023, ada beberapa Kabupaten di Sumatera Selatan sudah terpapar kasus terorisme.

"Sejauh ini memang dari hasil survei dan penelitian FKPT Sumsel 2022-2023, bahwa ada beberapa Kabupaten di wilayah Sumsel ini memang sudah terpapar," jelas Romy Apriansyah.

BACA JUGA:Pimpinan Ponpes di OKI Diamankan Densus 88 Antiteror, Diduga Terlibat Jaringan Teroris

BACA JUGA:Ponpes yang Pimpinannya Ditangkap Densus 88 Antiteror Ternyata Belum Berizin, Ini Kata Kemenag OKI

Sementara itu, mengenai keterlibatan terduga IW saat ini masih dilakukan pemeriksaan apakah Pimpinan Ponpes Nurul Qur’an tersebut memang terlibat langsung atau hanya dimanfaatkan oleh teroris.

"Jangan disamakan semua Pondok Pesantern itu adalah sarang teroris. Jadi sejauh ini kita masih melakukan pemeriksaan, apakah pondok-pondok pesantren ini memeng terlibat langsung atau hanya dimanfaatkan oleh para pelaku dan terduga teroris ini," tambah Romy Apriansyah.

Ketua FKPT Sumsel Romi Apriansyah menambahkan, Pondok Pesantren atau sekolah agama sering kali dimanfaatkan oleh teroris sebagai tempat beraktivitas di luar dari strategi mereka menjalankan paham radikalisme.

Oleh sebab itu, Romy mengimbau agar seleruh elemen masyarakat harus lebih waspada terhadap bahaya terorisme yang bisa meruntuhkan keutuhan negara.

BACA JUGA:Yayasan Khazanah Kebajikan Laporkan Balik Keluarga Santri yang Diduga Dibakar ke Polrestabes Palembang

BACA JUGA:Nikmatnya Pindang Tempoyak Makanan Khas Wong Palembang, Ini Resep dan Cara Memasaknya

"Ini harus kita jelaskan kepada masyarakat, sebenarnya kegiatan jaringan terorisme ini adalah oknum-oknum yang kerap kali memanfaatkan Pondok Pesantren atau sekolah agama itu sebagai tempat mereka melakukan aktivitas di luar dari strategi mereka menjalankan paham radikalisme," tutup Romy Apriansyah, Ketua FKPT Sumsel.*

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: paltv